Jatim Integrasikan RPBD dalam Perencanaan Pembangunan Daerah
- 30 Sep 2026 17:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - BPBD Jawa Timur mendorong pemerintah kabupaten/kota mengintegrasikan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPBD) dengan dokumen perencanaan pembangunan. Langkah ini dinilai penting agar risiko bencana dapat diperhitungkan sejak tahap awal pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Timur Deni Kiki Melia Tamara, dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan RPBD Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur yang digelar BPBD Jawa Timur bersama Program SIAP SIAGA di Surabaya. Kegiatan itu diikuti BPBD dan Bappeda dari sembilan kabupaten/kota dengan total 46 peserta.
“RPBD perlu menerjemahkan risiko bencana menjadi arah kebijakan, strategi, program, dan kegiatan yang dapat dilaksanakan di daerah. Dokumen ini juga perlu selaras dengan RPJPD, RPJMD, dan RKPD agar penanggulangan bencana terintegrasi dengan pembangunan,” ujar Kiki dalam siaran pers, Rabu 30 September 2026.
Kiki mengatakan keterhubungan RPBD dengan dokumen pembangunan diperlukan agar program penanggulangan bencana dapat diimplementasikan. Menurutnya, keterkaitan tersebut juga penting agar program dan kegiatan dapat masuk dalam proses penganggaran daerah.
“Program dan kegiatan yang telah direncanakan tidak boleh berhenti sebagai dokumen, tetapi perlu masuk ke dalam proses penganggaran daerah. Dengan begitu, rencana penanggulangan bencana dapat benar-benar dilaksanakan sesuai kebutuhan daerah,” katanya.
Jawa Timur menghadapi sejumlah ancaman bencana, antara lain gempa bumi, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, dan kekeringan. Analis Kebencanaan Ahli Madya BNPB Pratomo Cahyo Nugroho menjelaskan RPBD disusun berdasarkan potensi bencana untuk mengantisipasi dan mengurangi risiko yang mungkin terjadi.
“Meskipun RPBD sering dikaitkan dengan tahap prabencana, program yang ada di dalamnya juga dapat bersinggungan dengan tahap tanggap darurat dan pascabencana. Karena itu, penyusunannya perlu mempertimbangkan seluruh tahapan penanggulangan bencana,” ujar Pratomo.
Selain Bimtek, BPBD Jawa Timur bersama Program SIAP SIAGA mengembangkan pendampingan teknis bagi pemerintah daerah yang telah diterapkan di Surabaya, Mojokerto, dan Probolinggo. Pendampingan tersebut diharapkan membantu kabupaten/kota menyusun RPBD yang sesuai dengan kondisi dan karakteristik masing-masing daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....