Berbagai Kegiatan Baksos Meriahkan Hari Karantina di Balai Karantina Jatim

  • 29 Sep 2026 15:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Jawa Timur, menggelar berbagai kegiatan bakti sosial (Baksos) dalam rangkaian memperingati Hari Karantina Indonesia tahun 2026. Salah satu tujuannya adalah memperkenalkan peran dan fungsi strategis Balai Karantina.

Sekretaris Utama Badan Karantina Indonesia (Barantin), Shahandra Hanitiyo pada Selasa 29 September 2026 menjelaskan, baksos ini menjadi salah satu gerakan sosialisasi yang dilakukan oleh seluruh UPT. Dengan harapan, masyarakat semakin mengetahui tugas Balai Karantina.

"Menggerakkan sosialisasi secara masif. Sehingga diseluruh UPT mengenalkan peran dan fungsi strategis Balai Karantina di seluruh Indonesia," ujarnya.

Salah satu baksos yang digelar kali ini adalah bazar murah dengan menyediakan berbagai bahan kebutuhan pokok, yang bekerjasama dengan Bulog. Shahandra menegaskan, hal ini juga menjadi bagian dari peran Balai Karantina, dalam mendukung program swasembada pangan.

"Kita ini kan menjadi salah satu subsistem atau pendukung ekosistem terkait dengan swasembada pangan di Indonesia. Nah ini salah satu wujudnya dengan pasar murah yang bekerjasama dengan Bulog," terangnya.

Balai Karantina Jatim juga menyediakan program vaksin rabies gratis bagi hewan kesayangan masyarakat sekitar. Pihaknya menyediakan sekitar 100 dosis bagi anjing maupun kucing, yang mana pemberian vaksin ini, sekaligus dalam rangkaian Hari Rabies Sedunia pada September ini.

"Kebetulan vaksin gratis ini ada dua even sebenarnya. Pertama dalam rangka Hari Ulang Tahun Karantina, kedua Hari Rabies yang jatuh pada tanggal 28 September," jelasnya.

Masyarakat menyambut gembira program pemberian vaksin rabies gratis ini, salah satunya Maria, pemilik dua anabul jenis anjing. Menurutnya, program ini sangat membantu, mengingat jika vaksin mandiri saat ini harganya cukup mahal, sekitar Rp200 ribu.

"Sangat terbantu untuk yang vaksin gratis ini. Kalau diluar sekitar 200 lebih ya, satu anabul, saya dua kan lumayan sekitar 500an (ribu). Dulu rutin, tapi karena sekarang semakin mahal, akhirnya saya gak bawa (vaksin)," katanya.

Selain pasar murah yang menjual bahan pokok khususnya beras, gula, minyak goreng dan telor, Balai Karantina juga melibatkan sejumlah pelaku UMKM binaan, yang menjual beragam produk makanan dan minuman. Serta disediakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis oleh Tim BBKK (Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....