Ngobras Pro1 Bahas Peran Fisioterapi dalam Memulihkan Fungsi Gerak
- 25 Sep 2026 06:04 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,, Surabaya - Program Ngobras Pro1 RRI Surabaya, Kamis 24 September 2026, menghadirkan Ikatan Alumni Fisioterapi Universitas Airlangga Surabaya. Dialog interaktif yang dipandu Joe Adi Yuanda tersebut membahas perkembangan fisioterapi, pengalaman alumni, hingga layanan fisioterapi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Acara berlangsung interaktif dengan melibatkan pendengar melalui sambungan telepon dan WhatsApp.
Hadir di studio Pro1, Fisio Andi, Fisio Azis, dan Fisio Devi. Fisio Andi menjelaskan, salah satu tugas Divisi 2 Ikatan Alumni Fisioterapi Unair adalah membangun kerja sama sekaligus membantu alumni baru mendapatkan akses ke klinik maupun rumah sakit yang memiliki jejaring dengan alumni fisioterapi Unair. “Kami berupaya menjalin kerja sama dan membantu alumni baru agar bisa bergabung dengan klinik atau rumah sakit yang berafiliasi dengan alumni,” jelas Andi.
Sementara itu, Fisio Azis yang juga merupakan salah satu pembina organisasi menekankan pentingnya peran pembina dalam memberikan arahan kepada pengurus sekaligus menjaga semangat kebersamaan. Menurutnya, keberadaan pembina diharapkan dapat menjadi bagian dari proses penguatan organisasi dan hubungan antargenerasi alumni fisioterapi.
Ketua Ikatan Alumni Fisioterapi Unair, Fisio Devi, menjelaskan organisasi tersebut telah terbentuk sejak 2015, namun kepengurusan resmi baru terpilih pada 2026. Pembentukan sejumlah divisi dilakukan untuk memberikan arah yang lebih jelas dalam menjalankan organisasi, termasuk menangani berbagai bidang fisioterapi seperti pediatri dan multikultural.
“Cakupan fisioterapi sangat luas, dari bayi hingga lansia, sehingga diperlukan pembagian bidang agar organisasi dan pelayanan bisa berkembang lebih terarah,” ujar Devi.
Dalam dialog tersebut, Fisio Azis juga menjelaskan fisioterapi sebagai pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh fisioterapis berlisensi untuk mengoptimalkan kualitas hidup melalui pengembangan, pemeliharaan, dan pemulihan gerak serta fungsi tubuh. Penanganannya mencakup berbagai kondisi, mulai dari bayi prematur, cedera olahraga, persiapan atlet, hingga keluhan nyeri punggung bawah atau low back pain
. “Fisioterapi bukan hanya untuk orang yang mengalami cedera, tetapi juga berperan dalam mengoptimalkan dan mengembalikan fungsi gerak tubuh,” katanya.
Pembahasan juga mengulas perkembangan profesi fisioterapi di Indonesia. Para narasumber menjelaskan bahwa fisioterapi berkembang dari pendidikan yang pada awalnya setingkat perawat hingga memiliki jenjang diploma, sarjana, profesi fisioterapis, dan magister. Layanan fisioterapi juga tidak hanya menggunakan obat oral, tetapi dapat melibatkan berbagai tindakan seperti elektroterapi dan terapi manual. Masyarakat juga diingatkan bahwa proses fisioterapi membutuhkan waktu dan konsistensi, terutama pada pasien lansia.
Salah satu sesi menarik terjadi ketika pendengar bernama Ibu Titi Dami, 78 tahun, dari Surabaya, menyampaikan keluhan setelah mengalami jatuh yang menyebabkan retak tulang panggul. Setelah menjalani fisioterapi selama sekitar tiga bulan, ia masih mengalami kesulitan melakukan gerakan salat secara sempurna. Para fisioterapis menjelaskan bahwa kondisi tersebut perlu diperiksa secara langsung untuk mengetahui otot yang mengalami keterbatasan.
“Kemungkinan ada otot paha depan atau belakang yang belum bisa memanjang secara maksimal. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan agar latihan yang diberikan sesuai dengan kondisinya,” jelas narasumber.
Dialog juga membahas pertanyaan pendengar mengenai keberadaan layanan fisioterapi di Tuban serta penanganan anak yang mengalami keseleo. Narasumber menyebut layanan fisioterapi tersedia di sejumlah rumah sakit maupun tempat praktik mandiri dan dapat ditemukan melalui Google Maps. Untuk kasus anak, fisioterapi pediatri dapat menjadi pilihan penanganan.
Sementara itu, antusiasme pendengar dalam konsultasi menunjukkan pentingnya edukasi mengenai fisioterapi, sekaligus membuka peluang bagi Ikatan Alumni Fisioterapi Unair untuk menghadirkan sesi konsultasi dan edukasi serupa pada kesempatan berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....