Tilik Mburi Kenalkan Wisata Heritage Pabrik Gula Sidoarjo

  • 18 Sep 2026 05:15 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID,SURABAYA - Komunitas Tilik Mburi dari Sidoarjo hadir dalam program Ngobras Pro1 RRI Surabaya, Kamis, 17 September 2026. Dialog interaktif berdurasi 60 menit ini dipandu Joe Adi Yuanda bersama Dito, Founder Tilik Mburi, didampingi Irfan bidang media. Pendengar juga berkesempatan berinteraksi melalui telepon on air.

Dito menjelaskan, Tilik Mburi berdiri pada 2022 dengan fokus pada sejarah dan potensi pariwisata Sidoarjo. Eksplorasi diawali dari PG Tulangan, kemudian sejumlah pabrik gula, dan kini berfokus pada PG Candi Baru. “Tilik Mburi artinya melihat ke belakang atau kilas balik. Kami ingin mengajak masyarakat mengenal sejarah dan potensi wisata Sidoarjo,” jelas Dito.

Menurut Dito, Sidoarjo memiliki sejarah panjang pabrik gula. Dari sekitar 15 pabrik gula yang pernah ada, kini tersisa empat, dengan dua masih beroperasi, yakni PG Candi Baru dan PG Krembung. “Sidoarjo sering hanya menjadi jalur lewat. Padahal, kita punya banyak potensi wisata sejarah, terutama pabrik gula,” ungkapnya.

Dito menjelaskan, pabrik gula menjadi sentra kolonial yang membentuk pemukiman dan komunitas pekerja. Ia juga mengaitkan keberadaan pabrik gula dengan berkembangnya pondok pesantren di sekitarnya. “Ada gula, ada semut, ada selimut. Gula menarik orang untuk bekerja, membentuk komunitas, dan mendorong berkembangnya kehidupan sosial di sekitar pabrik,” terangnya.

Salah satu kisah yang dibahas adalah Theo Vandorth, pimpinan terakhir PG Candi dari Belanda pada 1941. Menurut Dito, Vandorth tewas pada masa Bersiap setelah menolak mengungsi karena sedang musim giling. Sebelum meninggal, ia disebut menyampaikan kalimat yang menjadi tagline PG Candi Baru. “Pabrik gula yang ia pimpin akan berdiri Jaya Sepanjang Masa,” kisah Dito.

Irfan menambahkan, PG Candi memiliki perjalanan sejarah panjang, mulai dari pendirian oleh keturunan Tionghoa, pengambilalihan pemerintah kolonial Belanda pada 1911, hingga nasionalisasi pada 1962. Kini PG Candi Baru dikelola Sinergi Gula Nusantara. Ia juga memperkenalkan tradisi Manten Tebu sebagai ritual masyarakat Jawa menjelang musim giling.

“Tradisi Manten Tebu merupakan simbol doa agar panen lancar dan hasil gula berkualitas baik,” ujar Irfan. Tradisi tersebut menjadi salah satu kekayaan budaya yang ingin dikenalkan Tilik Mburi kepada generasi muda melalui wisata sejarah dan edukasi.

Dito menyampaikan, Tilik Mburi berhasil masuk 25 besar kompetisi Kementerian Pariwisata untuk mempresentasikan potensi pabrik gula sebagai warisan kolonial. Melalui yayasan yang bergerak di bidang pelestarian sejarah dan budaya, komunitas ini mengembangkan walking tour PG Candi Baru serta edukasi proses pembuatan gula. “Kami ingin Sidoarjo tidak hanya dikenal karena Lumpur Lapindo, tetapi juga sebagai destinasi wisata sejarah yang menarik,” pungkas Dito.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....