Arumi Ajak Generasi Muda Lestarikan Batik Jatim

  • 18 Sep 2026 22:09 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak generasi muda mencintai batik. Ia juga mengajak generasi muda menggunakan dan melestarikan wastra Jawa Timur sebagai identitas budaya bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Arumi saat menghadiri Pameran dan Edukasi Batik Jawa Timur, yang berlangsung di Gedung Q Universitas Kristen Petra Surabaya. Menurut Arumi, pameran dan edukasi menjadi ruang mengenalkan kekayaan batik Jawa Timur kepada generasi penerus.

Pelestarian harus dilakukan berkelanjutan agar batik tetap dikenal generasi mendatang. “Harapan kami, adik-adik mahasiswa yang saat ini duduk sebagai peserta, suatu saat nanti menjadi generasi penerus,” ujarnya, Jumat, 18 September 2026.

Mereka diharapkan mampu meneruskan dan melestarikan budaya serta wastra batik Jawa Timur. Arumi menegaskan pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Pihak tersebut meliputi perguruan tinggi, komunitas, pemerhati budaya, perajin, hingga konsumen. “Kalaupun tidak terlibat dalam produksi, tidak apa-apa. Yang penting terlibat dalam membeli dan memakai batik,” katanya.

Menurut Arumi, batik tidak dapat dipandang sekadar kain atau produk sandang. Setiap karya batik memuat sejarah, filosofi, kearifan lokal, dan identitas bangsa.

Ia menyebut pakaian yang dikenakan seseorang juga menjadi bagian identitas Indonesia. Karena itu, generasi muda perlu tetap bangga menggunakan batik.

“Anak-anak zaman sekarang tentu mengikuti perkembangan zaman. Musiknya bisa K-Pop, tariannya juga berbeda,” ujarnya.

Namun, ia berharap generasi muda tidak malu mengenakan batik pada momentum tertentu. Arumi menilai tren penggunaan wastra di kalangan anak muda menjadi harapan bagi keberlanjutan batik.

Batik kini hadir dalam berbagai desain yang mengikuti tren dan gaya hidup generasi muda. Menurutnya, perkembangan tersebut membuat batik semakin memiliki ruang dalam kehidupan sehari-hari.

Batik juga mulai menjadi bagian gaya berpakaian generasi muda. Namun, inovasi penggunaan batik harus berjalan bersama penghormatan terhadap pakem dan nilai budaya.

"Anak-anak muda patut mengikuti perkembangan zaman, tetapi tetap harus menghormati budaya,” katanya. Arumi menyambut baik keberadaan Batik Corner di Perpustakaan Universitas Kristen Petra.

Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi bentuk nyata dukungan perguruan tinggi terhadap edukasi dan pelestarian batik. Batik Corner diharapkan menjadi ruang belajar sekaligus sumber referensi bagi mahasiswa dan masyarakat.

Mereka dapat mengenal sejarah, filosofi, motif, serta perkembangan batik secara lebih dekat. “UK Petra tidak hanya mendukung melalui kegiatan tertentu, tetapi sudah dibuktikan dengan aksi nyata," ucapnya.

Salah satunya melalui Batik Corner sebagai ruang belajar langsung mengenai batik. Arumi berharap Batik Corner dikembangkan menjadi ruang pengalaman bagi mahasiswa.

Mereka dapat mengenal proses dan kekayaan batik secara lebih mendalam. Selain aspek budaya, Dekranasda Jawa Timur mendorong batik memiliki daya saing dalam industri kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....