UWKS Ajak Generasi Muda Bijak Bermedia lewat Seminar Literasi Nasional
- 31 Jul 2026 14:19 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menggelar Seminar Literasi Nasional bertema Membangun Karakter Unggul di Era Transformasi Digital pada 29 Juli 2026 untuk menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda.
- Acara tersebut meluncurkan buku Kredo Kewijayakusumaan yang berisi nilai-nilai dasar dan karakter identitas sivitas akademika UWKS sebagai panduan pengembangan kepribadian.
- Seminar dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan termasuk siswa, mahasiswa, dosen, guru, pegiat literasi, dan perwakilan instansi perpustakaan di Jawa Timur menunjukkan komitmen luas terhadap penguatan literasi.
RRI.CO.ID, Surabaya – Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) menegaskan pentingnya penguatan literasi sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Literasi Nasional bertema Membangun Karakter Unggul di Era Transformasi Digital yang digelar UPT Perpustakaan UWKS di Ruang Poncowatiko, Lantai 8 Twin Tower UWKS, Rabu, 29 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran buku Kredo Kewijayakusumaan yang memuat nilai-nilai dasar dan karakter yang menjadi identitas sivitas akademika UWKS. Seminar diikuti ratusan peserta yang berasal dari kalangan siswa, mahasiswa, dosen, guru, pegiat literasi, hingga perwakilan instansi dan organisasi perpustakaan di Jawa Timur.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UWKS, Endang Retno Wedowati, mengatakan budaya literasi merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, perpustakaan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menumbuhkan budaya membaca sekaligus membentuk karakter generasi muda.
"Budaya literasi menjadi salah satu strategi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menghadapi perkembangan zaman. Perpustakaan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus membangun karakter generasi muda," ujar Endang.
Sementara itu, Kepala UPT Perpustakaan UWKS, Bambang Prakoso, menjelaskan bahwa peluncuran buku Kredo Kewijayakusumaan merupakan bagian dari upaya kampus dalam memperkuat nilai-nilai budaya sebagai identitas institusi. Menurutnya, predikat UWKS sebagai Kampus Budaya tidak hanya diwujudkan melalui pelestarian simbol atau ornamen, tetapi juga melalui penguatan tata nilai yang membentuk integritas sivitas akademika.
Seminar menghadirkan empat narasumber yang membahas tantangan literasi dari berbagai perspektif. Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, Puji Retno Hardiningtyas, mengulas fenomena konflik bahasa di media sosial melalui pendekatan linguistik forensik. Ia menjelaskan pendekatan tersebut dapat digunakan untuk menganalisis bukti digital, mengidentifikasi pola ujaran, hingga memahami makna hukum dari penggunaan bahasa di ruang siber.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat S. Suwardi, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem literasi. Menurutnya, sinergi antara akademisi, pustakawan, guru, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan budaya baca yang relevan dengan perkembangan era digital.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Mustakim, menekankan pentingnya penanaman nilai moral kepada generasi muda. Ia menilai kemajuan teknologi harus diimbangi dengan karakter, integritas, dan tanggung jawab agar tidak menggerus jati diri bangsa.
Sebagai pembicara penutup, Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, mengingatkan bahwa teknologi hanyalah sarana untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas pengetahuan. "Generasi muda harus kritis dan bijak dalam menggunakan teknologi. Teknologi bisa membantu kita produktif, menambah pengetahuan, dan meningkatkan daya saing, tapi juga bisa sebaliknya. Teknologi itu alat bantu, bukan tujuan utama," katanya.
Melalui penyelenggaraan Seminar Literasi Nasional dan peluncuran buku Kredo Kewijayakusumaan, UWKS berharap semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan transformasi digital secara positif. Kampus juga mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya cakap memanfaatkan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, berbudaya, dan berintegritas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....