Menkum Tegaskan Pemerintah Lakukan Reformasi Regulasi

  • 18 Sep 2026 20:57 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas menyatakan pemerintah terus melakukan reformasi regulasi. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto sejak awal pemerintahannya.

Supratman mengatakan, Kementerian Hukum mendapat perintah untuk meninjau seluruh regulasi di Indonesia. Peninjauan juga dilakukan dalam rangka penyusunan berbagai undang-undang baru.

“Pak Presiden dari awal sejak saya dilantik jadi Menteri Hukum sudah memerintahkan reformasi terhadap regulasi,” ujar Supratman, Kamis, 17 September 2026. Menurutnya, reformasi regulasi menjadi perhatian pemerintah karena jumlah peraturan perundang-undangan di Indonesia sangat besar.

Saat ini, terdapat sekitar 400 ribu peraturan perundang-undangan yang perlu ditinjau.

Karena itu, Kementerian Hukum akan melakukan deregulasi terhadap berbagai aturan yang dinilai perlu disederhanakan.

Kebijakan tersebut juga mencakup peraturan yang diterbitkan kementerian. “Sekarang kami akan melakukan deregulasi seperti yang diinginkan oleh Presiden, termasuk di Kementerian Hukum,” katanya.

Supratman menyebut Kementerian Hukum saat ini memiliki 275 peraturan menteri. Jumlah tersebut dalam waktu dekat ditargetkan dipangkas menjadi sekitar 25 peraturan menteri.

“Peraturan menteri saja itu sekarang ada 275 peraturan menteri. Dalam waktu dekat kami melakukan deregulasi, paling banyak tinggal 25 peraturan menteri,” ujarnya.

Ia menegaskan, deregulasi akan dilakukan secara menyeluruh dan tidak terbatas pada Kementerian Hukum. Kementerian Hukum memiliki kewenangan melakukan harmonisasi berbagai peraturan perundang-undangan.

“Kami punya portofolio untuk melakukan harmonisasi peraturan perundang-undangan,” kata Supratman. Supratman memastikan arahan Presiden terkait reformasi regulasi akan segera dilaksanakan.

Ia menilai kebijakan tersebut menjadi bagian dari tugas Kementerian Hukum dalam menyederhanakan regulasi di Indonesia. "Jadi tidak usah dikawatirkan perintah bapak presiden sama logic dan kami pasti eksekusi," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....