Pengalaman Suahasil Jadi Modal Jaga Fiskal

  • 17 Sep 2026 17:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pengalaman panjang Suahasil Nazara di Kementerian Keuangan dinilai menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas dan kontinuitas kebijakan fiskal setelah dipercaya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Prof. Slamet Riyadi, saat diwawancarai RRI Surabaya, Rabun16 September 2026 menilai pergantian Menteri Keuangan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian tetap memiliki sisi positif. Menurutnya, setiap perubahan perlu dilihat sebagai peluang untuk menghadirkan perbaikan dalam pengelolaan ekonomi.

“Saya melihatnya sesuatu itu pasti positif. Artinya ke depannya pasti memberikan suatu pencerahan,” kata Prof. Slamet Riyadi.

Ia mengatakan, sejak awal Purbaya menjabat Menteri Keuangan, masyarakat memiliki harapan terhadap perubahan yang lebih baik. Namun, dalam perjalanannya masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan. Salah satu indikator yang menjadi perhatiannya adalah pergerakan nilai rupiah yang dinilainya masih relatif stagnan.

“Yang paling terlihat itu adalah biasanya indikator kondisi keamanan suatu ekonomi yaitu berangkat dari nilai rupiah. Dari awal hingga saat ini kan boleh dibilang angkanya itu masih stagnan,” ujarnya.

Prof. Slamet menilai kondisi tersebut tidak hanya bergantung pada strategi Menteri Keuangan. Kebijakan fiskal membutuhkan dukungan berbagai variabel dan lembaga lain agar strategi yang diterapkan dapat berjalan secara efektif.

Karena itu, ia melihat latar belakang Suahasil Nazara yang sudah lama berada di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai modal penting dalam proses pergantian tersebut. Suahasil dinilai memahami fondasi pengelolaan keuangan negara dan penyusunan APBN sehingga kontinuitas kebijakan fiskal tetap dapat dijaga.

“Beliau kan juga dari lingkup yang sama. Bukan orang baru, artinya sudah mengetahui bagaimana seluruh Kementerian Keuangan,” katanya.

Menurut Prof. Slamet, pengalaman tersebut juga menjadi modal bagi Suahasil untuk menjaga disiplin fiskal. Ia menilai Suahasil telah terbiasa dengan pengelolaan pendapatan dan anggaran negara serta memahami ketentuan mengenai batas defisit.

“Beliau akan memegang disiplin fiskal, kekepatuhannya terhadap ketentuan defisit anggaran itu kan maksimal tiga persen dari PDB,” ujarnya.

Selain disiplin fiskal, koordinasi dengan lembaga lain juga dinilai penting. Prof. Slamet mengatakan kebijakan ekonomi memiliki keterkaitan erat dengan Bank Indonesia, OJK, maupun LPS. Menurutnya, koordinasi tersebut merupakan bagian dari aktivitas yang telah dipahami Suahasil selama berada di lingkungan Kementerian Keuangan.

“Ekonomi sangat bersinggungan selalu, baik itu dengan Bank Indonesia, dengan OJK maupun dengan LPS. Itu bagian dari suatu aktivitas yang sudah biasa dilakukan oleh Pak Suahasil,” katanya.

Meski demikian, Prof. Slamet memberikan catatan terhadap karakter kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan. Menurutnya, kehati-hatian tetap diperlukan, tetapi harus diimbangi dengan dukungan sistem yang mampu mendorong keberanian mengambil langkah agar kebijakan tidak berhenti pada pendekatan yang terlalu konservatif.

“Kalau hanya terbatas pada kehati-hatian itu dikhawatirkan nanti jalan di tempat. Terkait dengan aturan dan apa yang dilakukan itu harus ada support system yang harus mengikutinya,” tuturnya.

Ia menambahkan, kualitas kebijakan fiskal pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh aturan yang dibuat, tetapi juga oleh sistem pendukung dan orientasi kebijakan. Kepentingan masyarakat, menurutnya, harus tetap menjadi prioritas.

“Sebagus-bagusnya aturan yang dibuat, seideal-idealnya yang dibuat untuk kemajuan suatu negara khusus bidang keuangan, maka support system-nya harus mendukung. Sepanjang kepentingan masyarakat menjadi prioritas dibandingkan dengan kelompok tertentu,” kata Prof. Slamet.

Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 14 September 2026 menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelum menduduki posisi tersebut, Suahasil telah menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 2019 dan melanjutkan posisi itu pada pemerintahan periode 2024-2026.

Usai dilantik, Suahasil menegaskan mandat untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara serta memastikan APBN mampu mendukung program prioritas pemerintah. Ia juga menegaskan defisit APBN akan tetap dijaga di bawah tiga persen dan menekankan bahwa efisiensi anggaran harus menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dengan modal pengalaman tersebut, perhatian publik berikutnya akan tertuju pada bagaimana Suahasil menerjemahkan pemahamannya terhadap fiskal ke dalam kebijakan. Seratus hari pertama kepemimpinannya akan menjadi salah satu periode yang diperhatikan untuk melihat arah awal kebijakan fiskal, konsistensi menjaga kredibilitas APBN, serta kemampuan pemerintah menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....