Civitas Akademika UINSA Ungkapkan Aspirasi Penolakan terhadap Rektor Terpilih

  • 17 Sep 2026 15:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Gelombang penolakan terhadap kepemimpinan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof. Akhmad Muzakki, semakin tajam. Sejumlah dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa menilai situasi internal kampus kian tidak kondusif.

Melalui Dosen Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UINSA, Miftakhur Rokhman Habibi, mengungkapkan bahwa ketidakharmonisan di internal kampus sudah dirasakan sejak periode kepemimpinan Prof. Muzakki, akibat kebijakan kepemimpinan yang dinilai otoriter serta dugaan keterlibatan dalam kasus hukum.

“Selama masa kepemimpinannya, Prof. Muzakki ini banyak ketidakharmonisan yang diciptakan. Banyak pemecatan pegawai, selevel dekan diberhentikan tiba-tiba, tendik, dan sebagainya itu selalu menimbulkan kegaduhan,” ujar Habibi saat ditemui RRI usai aksi.

Selain pencopotan pejabat tanpa mekanisme transparan, para dosen juga mengeluhkan besarnya tekanan target finansial yang dibebankan kepada tiap-tiap fakultas. Menurut Habibi, kampus seharusnya berfokus pada pendidikan (education-oriented), bukan berorientasi pada bisnis semata (business-oriented).

“Contohnya kita itu sering kali ada target penghasilan per fakultas, misalnya Rp500 juta per fakultas tiap tahun. Ini kan kampus, bukan lembaga bisnis. Kampus itu selayaknya dikembalikan fungsinya sebagai institusi pendidikan, bukan tempat setoran seperti preman,” ucapnya.

Ia juga menambahkan adanya upaya pembungkaman terhadap suara kritis dosen maupun tendik yang mencoba menyuarakan aspirasi mereka, sehingga memicu rasa takut dan ketidaknyamanan dalam beraktivitas akademik. “Jangan sampai kepentingan satu individu mengorbankan banyak orang. Jangan sampai mundur karena sudah berstatus tersangka, itu sangat memalukan institusi. Harusnya legowo untuk mundur,” ucapnya.

Senada dengan Miftakhur, Koordinator Lapangan Aksi Koko Prakoso menilai dari aksi tersebut tujuan utama yakni tuntutan yang di sampaikan telah bulat dan aksi tersebut akan terus dilakukan sampai output tuntutan tercapai. “Sama, tuntutan kita sama dengan aksi kemarin. Ini aksi lanjutan, artinya kita terus tetap menyuarakan tuntutan ini sampai ada titik terang yaitu mundurnya Rektor saat ini. Bahkan aksi akan dimungkinkan terjadi dalam skala yang lebih besar lagi besok atau Senin,” ucap Koko.

Pihak civitas akademika juga berkomitmen mengambil langkah tegas jika tuntutan tidak segera di realisasikan dengan melakukan aksi mogok mengajar oleh para dosen serta gelombang aksi penyegelan kampus oleh mahasiswa diprediksi akan berlangsung dalam skala yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....