DPRD Jatim Apresiasi Kampus Jadi Ruang Gagasan
- 05 Jun 2026 18:25 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Demokrasi Indonesia harus menjadi instrumen untuk memperkuat persatuan nasional sekaligus mendorong kemandirian bangsa di tengah dinamika global. Nilai-nilai tersebut mengemuka dalam Kajian Strategis BEM FISIP Universitas Hang Tuah bertajuk “Demokrasi atau Topeng Kekuasaan: Membaca Strategi Negara Besar” yang digelar di Surabaya
Forum yang dihadiri mahasiswa dan civitas akademika itu menjadi ruang diskusi mengenai esensi demokrasi, peran generasi muda, hingga strategi Indonesia sebagai negara besar dalam menghadapi tantangan geopolitik dunia.
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, Jumat 5 Juni 2026 mengatakan, ruang-ruang intelektual di lingkungan kampus perlu terus dihidupkan sebagai sarana mahasiswa berdialektika dan menyampaikan gagasan kritis bagi pembangunan bangsa.
“Ruang-ruang seperti ini sangat penting untuk selalu diselenggarakan oleh kawan-kawan mahasiswa yang diberikan suatu keistimewaan untuk senantiasa berdialektika, mengedepankan nilai-nilai idealisme dan kritis dalam menyumbangkan perannya sebagai aktor intelektual muda pembangunan bangsa,” ujarnya.
Menurut Cahyo, kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya ide dan pemikiran yang dapat memberikan kontribusi terhadap kemajuan negara. Karena itu, ia mengapresiasi penyelenggaraan kajian yang melibatkan mahasiswa dan akademisi.
Dalam pemaparannya, ia mengajak mahasiswa untuk memahami demokrasi dari perspektif yang lebih mendasar. Menurutnya, demokrasi Indonesia harus berpijak pada nilai-nilai Demokrasi Pancasila yang berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ia menegaskan bahwa demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu, melainkan juga ruang partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Demokrasi, kata dia, harus dijalankan dengan mengedepankan tanggung jawab, musyawarah, serta orientasi pada keadilan sosial.
“Demokrasi kita tidak boleh melahirkan kebencian antar sesama anak bangsa. Demokrasi kita tidak boleh memecah kita karena adanya perbedaan pandangan politik atau gagasan,” katanya.
Selain membahas demokrasi, Cahyo juga menyoroti strategi Indonesia dalam memperkuat kedaulatan nasional melalui politik luar negeri bebas aktif, penguatan kedaulatan pangan dan energi, serta pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan.
Menurutnya, hilirisasi dan inovasi menjadi langkah penting untuk mewujudkan cita-cita bangsa yang berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....