Terapkan Filosofi Kereta Api: KUA Semampir Ajak Masyarakat "Hidup Sesuai Rel"

  • 17 Sep 2026 07:44 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Program siaran berita dan dialog interaktif Cahaya Pagi di RRI Pro 4 kembali menyapa pendengarnya dengan topik spiritual yang mendalam pada Kamis, 17 September 2026. Terhubung selaku narasumber Martiman, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Semampir, dialog kali ini mengusung tema "Hidup Sesuai Kenyataannya" dengan menyoroti konsep "Hidup Sesuai Rel".

Dalam pembukaannya, Martiman menjelaskan bahwa “Maksud dari "hidup sesuai rel" adalah sebuah tatanan kehidupan di mana seseorang mampu menjalani dinamika hariannya berdasarkan pijakan kenyataan, nilai moral, serta ajaran agama yang berlaku. Beliau menekankan bahwa hidup sesuai rel berarti tidak memaksakan diri mengejar ilusi atau ekspektasi semu yang berpotensi merusak kedamaian batin dan keharmonisan sosial,” kata Martiman.

Ketika ditanya mengenai bagaimana cara agar seseorang bisa menerapkan pola hidup sesuai rel tersebut, Martiman memaparkan beberapa langkah praktis. Menurutnya, hal pertama yang harus dilakukan adalah memupuk rasa syukur atas apa yang dimiliki saat ini serta senantiasa mengukur kemampuan diri sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup. Selain itu, memperdalam pemahaman agama dan selalu berkonsultasi dengan norma hukum maupun etika menjadi benteng utama agar tidak gampang tergiur oleh gaya hidup yang di luar batas kemampuan.

Untuk mempermudah pemahaman pendengar, Martiman memberikan ilustrasi menarik mengenai bagaimana perumpamaan orang yang hidup sesuai jalurnya. Beliau mengibaratkan “Hidup sesuai rel bagaikan sebongkah kendaraan yang bergerak stabil di jalurnya sendiri tidak menyerobot jalur orang lain, memiliki arah tujuan yang jelas, serta terhindar dari benturan fatal,” kata Martiman. Menurutnya, kejujuran pada kondisi diri sendiri adalah kemudi terbaik dalam menjaga kestabilan tersebut.

Dampak positif dari konsistensi menerapkan prinsip ini juga menjadi poin utama yang dibahas dalam siaran tersebut. Martiman menjelaskan bahwa ketika seseorang hidup sesuai relnya, maka kenyamanan, ketenangan jiwa, dan keberkahan akan senantiasa menyelimuti langkah kakinya. Risiko terjerat masalah keuangan, stres berlebihan akibat tekanan gaya hidup (lifestyle), hingga konflik antarmanusia dapat diminimalisasi secara signifikan.

Dialog menjadi semakin hangat saat membahas pertanyaan unik mengenai apakah hidup sesuai rel bisa disamakan dengan prinsip kerja kereta api. Martiman membenarkan perumpamaan tersebut dengan penjelasannya yang rasional dan persuasif. Kereta api yang berjalan di atas relnya akan sampai ke stasiun tujuan dengan selamat dan tepat waktu, sedangkan kereta api yang keluar dari rel pasti akan mengalami kecelakaan hebat (anjlok) yang merugikan dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar.

Mengakhiri siaran Cahaya Pagi, Penyuluh KUA Semampir ini memberikan pesan penutup agar masyarakat, khususnya warga Surabaya dan sekitarnya, tidak takut untuk hidup bersahaja sesuai kenyataan masing-masing. Beliau mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati tidak diukur dari seberapa mewah panggung yang ditunjukkan kepada orang lain, melainkan seberapa konsisten seseorang berjalan di atas rel kebenaran dan kesederhanaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....