Bupati Subandi Minta Inovasi Sidoarjo Berdampak Nyata

  • 16 Sep 2026 18:58 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa inovasi birokrasi tidak boleh sekadar menjadi ajang perlombaan tahunan atau sarana mengejar penghargaan akademis semata. Setiap terobosan yang dilahirkan oleh perangkat daerah hingga tingkat desa dituntut untuk memberikan dampak nyata serta solusi konkret atas berbagai persoalan masyarakat.

Pesan tersebut ditegaskan oleh Bupati Sidoarjo Subandi saat membuka Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) 2026 di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu 16 September 2026. KISI 2026 mengusung tema "Inovasi Berdampak untuk Sidoarjo Maju, Inklusif, dan Berkelanjutan".

‎Subandi mengungkapkan, kehadiran inovasi semakin krusial mengingat tantangan pembangunan di Sidoarjo masih tergolong kompleks. Walau pertumbuhan ekonomi Sidoarjo pada 2025 tercatat mencapai 5,4 persen dan tingkat kemiskinan menipis di angka 4,40 persen, sejumlah isu krusial seperti pengangguran, stunting, hingga penanganan lingkungan masih membutuhkan intervensi lapangan yang lebih kuat.

‎"Banyak permasalahan yang perlu kita selesaikan. Objek masalah masih banyak, sehingga kita harus punya inovasi. Ekonomi kita juga masih banyak problem," ujar Subandi.

‎Ia menekankan agar seluruh lini aparatur mulai dari Sekretariat Daerah, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pemerintah desa, hingga tenaga pendidik membangun komunikasi serta kolaborasi lintas sektor. Hal ini penting agar inovasi tidak berjalan secara parsial atau terisolasi.

‎"Mulai sekda, OPD, sampai tingkat desa harus ada komunikasi. Inovasi ini jangan hanya menjadi perlombaan tahunan, tetapi betul-betul harus dirasakan oleh masyarakat," tegas Subandi.

‎Meskipun Kabupaten Sidoarjo sebelumnya berhasil mempertahankan predikat sebagai daerah terinovatif, Subandi mengingatkan agar capaian tersebut dijadikan pemantik perubahan pola pikir (mindset) aparatur. Penghargaan, lanjutnya, harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas serta kemudahan pelayanan publik.

‎"Dengan penghargaan ini harus mengubah mindset. KISI hari ini untuk menunjang bapak dan ibu semua agar memudahkan pelayanan Kabupaten Sidoarjo," ucapnya.

Guna menunjang keberlanjutan ekosistem tersebut, Pemkab Sidoarjo kini memperkuat platform riset dan pemantauan digital melalui aplikasi SETIA (Sistem Riset dan Inovasi Daerah). Dasbor ini berfungsi mengawal siklus inovasi, mulai dari penjaringan gagasan, tahap uji coba, implementasi, hingga evaluasi dan pelaporan.

‎Pada kesempatan yang sama, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Mohammad Ainur Rahman menyampaikan bahwa fokus utama penguatan tata kelola Pemkab Sidoarjo saat ini adalah dampaknya terhadap masyarakat, bukan sekadar kuantitas inovasi yang dihasilkan.

‎Melalui gerakan "Satu Perangkat Daerah Satu Inovasi", setiap terobosan diwajibkan memenuhi empat pilar: berdampak berbasis bukti, mendukung modernisasi tata kelola, inklusif bagi partisipasi publik, serta berkelanjutan untuk direplikasi.

‎"Ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi instrumen untuk membangun budaya inovasi," ujar Ainur Rahman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....