KSOP Pastikan KM Virgo Transport 8 Laik Laut
- 14 Sep 2026 22:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya: KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan telah memenuhi seluruh aspek kelaik lautan sebelum diberangkatkan. Hal itu ditegaskan Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak Surabaya, Agustinus Maun, saat ditemui di Gapura Surya Nusantara, Surabaya, Senin 14 September 2026.
Merespon informasi yang beredar di media sosial, Agustinus memastikan kapal tersebut sudah memiliki sertifikat laik laut. Kendati usia kapal tersebut masuk katagori tua.
Berdasar informasi diterima, bahwa kapal tersebut sudah menjalani proses docking dan memiliki sertifikat keselamatan yang diterbitkan pada Juli 2026 berlaku hingga 2027. Selain itu, juga sudah dilakukan verifikasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia terkait lambung kapal dan permesinan yang berlaku sampai Mei 2027.
"Jadi kapal dinyatakan laik laut sebelum diperiksa dan dinyatakan laik laut sebelum sertifikat itu diterbitkan," kata Agustinus.
Selain itu, ia menjelaskan, sebelum kapal bisa melaut wajib mendapat persetujuan berlayar setelah memenuhi segala ketentuan kelaikan laut. "Sebelum kapal itu berlayar, kami sudah cek dan memastikan semua persyaratan kelaik lautannya sudah terpenuhi, baik kapalnya secara teknis maupun sumber daya manusianya. Nah, nahkodanya, seluruh kru itu laik laut, baru kita berikan surat persetujuan berlayar," ujarnya.
Terkait dengan penyebab, ia belum bisa memastikan sampai ada hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk tenang dan tidak terbawa isu yang beredar terkait kebocoran kapal dan sebagainya, karena kapal dalam kondisi laik laut.
Menjawab dugaan terkait ombak yang sebagai penyebab, Agustinus menyebut, memang benar dalam beberapa waktu terakhir hasil pemantauan BMKG gelombang laut sekitar 1,5 - 2 meter. Namun, melihat spesifikasi kapal ia menyebut seharusnya masih bisa melaut dengan baik.
Informasi prakiraan cuaca yang kita terima pada satu minggu itu, itu di daerah Laut Jawa ini berada pada ketinggian ombak itu 1,5 sampai 2 meter. "Artinya, untuk kapal dengan gross tonase 8.540 itu masih bisa untuk melewati situasi cuaca seperti itu. Nanti tunggu aja hasil investigasi dari teman-teman KNKT," ujarnya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....