Guru Pendamping Kunci Sukses Pendidikan ABK di Sekolah Inklusi

  • 13 Sep 2026 10:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Keberadaan guru pendamping atau shadow teacher kini menjadi salah satu fondasi utama dalam mendukung keberhasilan pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Hal tersebut mengemuka dalam program siaran Dialog Disabilitas Pro 4 RRI Surabaya yang mengudara pada Minggu, 13 September 2026.

Dalam siaran tersebut, RRI Surabaya menghadirkan Mira Dian, S.Psi., C.PS., C.TFT., seorang praktisi dari Komisi Perlindungan Anak (KPA) Surabaya sekaligus terapis ABK. Ia membedah secara mendalam topik mengenai "Kekuatan Shadow Teachers Untuk Keberhasilan Pendidikan Pada ABK".

Mira mengungkapkan bahwa peran shadow teacher tidak sekadar mendampingi anak duduk di dalam kelas, melainkan membutuhkan keterampilan khusus dan pendekatan yang komprehensif. Pendampingan yang tepat akan menentukan seberapa jauh anak mampu menyerap materi pelajaran dan bersosialisasi di lingkungan sekolah.

Menurut penuturan Mira dalam dialog tersebut, seorang shadow teacher idealnya memiliki lima kekuatan utama agar pendampingan berjalan efektif. Kunci pertama terletak pada pemahaman menyeluruh terhadap kondisi anak. "Shadow teacher itu memiliki 5 kekuatan. 1. memahami sebelum menangani," ujar Mira menjelaskan poin paling awal yang harus dimiliki seorang pendamping.

Lebih lanjut, Mira menegaskan pentingnya pendekatan emosional dan teknis saat mendampingi anak di kelas. Kekuatan berikutnya mencakup "2. kemampuan membangun hubungan sebelum memberikan tuntutan, 3. kemampuan memfasilitasi anak terkait tugas-tugas, dan 4. kemampuan observasi pada anak," kata Mira.

Selain fokus pada peserta didik, komunikasi antarpihak juga menjadi pilar kelima yang tidak kalah krusial. Seorang pendamping harus mampu menjembatani hubungan antara sekolah, keluarga, dan tenaga ahli demi tercapainya target tumbuh kembang anak secara optimal.

Mira menutup keterangannya dengan menekankan kekuatan terakhir, yaitu "5. kemampuan komunikasi dengan GBK (Guru Pembimbing Khusus), wali kelas, wali murid, guru kelas, dan terapis." Melalui kolaborasi dan sinergi yang kuat antarsemua elemen tersebut, pendidikan inklusif bagi ABK diharapkan dapat terwujud dengan makin maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....