Bubosspreneur Dorong Perempuan Manfaatkan Peluang Dunia Digital

  • 13 Sep 2026 07:40 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Perkembangan teknologi digital dinilai membuka peluang luas bagi perempuan untuk belajar, berkarya, membangun personal branding, hingga memperoleh penghasilan. Namun, masih banyak perempuan yang merasa takut dan bingung untuk mulai memanfaatkan teknologi secara produktif.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan lahirnya Bubosspreneur, komunitas yang didirikan pada 30 Desember 2023 oleh empat founder, yakni Tantri Tangiotan, Aprilita, Ovy Soemardi, dan Dian Natalia. Komunitas ini mendorong perempuan agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu mengubahnya menjadi peluang ekonomi.

Dalam wawancara on air, para founder Bubosspreneur menekankan pentingnya meningkatkan literasi digital perempuan. Menurut mereka, telepon genggam yang selama ini digunakan untuk berselancar di media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan.

“Digital itu jangan hanya digunakan untuk stalking, jangan hanya untuk nonton dracin. Handphone yang ada di tangan kita juga bisa menjadi alat untuk menghasilkan cuan,” ujar Ovy. Minggu, 13 September 2026.

Bubosspreneur juga memperkenalkan perspektif baru mengenai istilah 3M yang selama ini kerap dikaitkan dengan perempuan, yakni masak, macak, dan manak. Melalui slogan “Miliar, Miliar, Miliar”, komunitas ini ingin menumbuhkan keberanian perempuan untuk memiliki ambisi finansial dan membangun penghasilan, tanpa harus meninggalkan perannya dalam keluarga.

Semangat tersebut akan diwujudkan melalui Kopdar Bubosspreneur FanBase bertema Shopee Affiliate Accelerator, Rabu, 23 September 2026, pukul 08.30 hingga 12.00 WIB di BSI UMKM Center Surabaya, Jalan Kartini. Peserta akan mendapatkan pembelajaran mengenai riset produk, pembuatan konten, peluang affiliate, hingga strategi menjalankannya secara lebih terarah.

Bubosspreneur menilai model affiliate dapat menjadi salah satu alternatif bagi perempuan untuk memulai penghasilan dari dunia digital karena tidak harus memiliki stok produk, melakukan pengemasan, maupun mengurus pengiriman. Melalui pemanfaatan waktu di rumah secara produktif, perempuan tetap dapat belajar, berkarya, bertumbuh, dan menghasilkan.

Para founder berharap Bubosspreneur dapat menjadi ekosistem yang mendorong semakin banyak perempuan berani keluar dari ketakutan terhadap teknologi. Melalui semangat Learn, Practice, Earn, Grow Together, komunitas ini ingin mengajak perempuan tidak hanya bertemu dan membangun jejaring, tetapi membawa pulang ilmu, mempraktikkannya, dan menciptakan peluang penghasilan dari dunia digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....