UNAIR Kembali Kirim Relawan Bantu Penyintas Gempa NTT

  • 11 Sep 2026 21:28 WIB
  •  Surabaya

RR.CO.ID, Surabaya - Bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyisakan luka mendalam bagi masyarakat terdampak. Untuk itu, Universitas Airlangga (UNAIR) kembali memberangkatkan relawan untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak gempa NTT.

Dua relawan tersebut merupakan mahasiswa PPDS Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran UNAIR. Rektor UNAIR Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin melepas keberangkatan kedua relawan.

Pelepasan berlangsung bersama Wakil Rektor EEPB Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi di Balai RUA. Rektor berharap misi kemanusiaan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

“Semoga semuanya bisa dilaksanakan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan berjalan lancar,” ucapnya, Jumat, 11 September 2026. Kedua relawan bertolak menuju Manggarai Timur.

Mereka akan menjalankan tugas kemanusiaan selama satu pekan untuk membantu pemulihan kesehatan mental penyintas. Dr Riani mengatakan keberangkatan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan skrining stres dan trauma pascabencana.

Sebelumnya, kedua relawan berkoordinasi dengan psikiater serta dinas kesehatan setempat. “Di sana banyak anak terkena dampak, seperti stres dan cemas,” katanya.

Menurutnya, skrining diperlukan untuk mempersiapkan anak-anak kembali bersekolah dengan kondisi mental lebih kuat. Selain anak-anak, layanan skrining juga menyasar orang dewasa hingga lanjut usia.

Kelompok tersebut juga rentan mengalami gangguan kesehatan mental setelah menghadapi bencana. Layanan yang diberikan meliputi edukasi teknik relaksasi dan grounding kepada masyarakat terdampak.

Kedua teknik tersebut merupakan terapi tanpa obat yang dapat dilakukan kapan saja. “Kalau ada perasaan cemas, terapi itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Selanjutnya, relawan akan melakukan skrining untuk menentukan kebutuhan penanganan, termasuk pemberian obat. Jika membutuhkan obat namun tidak tersedia, pasien akan diarahkan menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Kalau misalnya obatnya tidak ada, kami akan rujuk ke rumah sakit terdekat,” ujarnya. Pendampingan dilakukan di posko pengungsian utama dan lokasi terdampak yang belum terjangkau layanan.

Relawan juga akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan psikiater setempat. “Lalu kami akan telusur dengan dinas kesehatan dan psikiater di sana,” katanya.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau masyarakat terdampak yang berada di wilayah terpencil. Kehadiran relawan PPDS FK UNAIR diharapkan membantu masyarakat memulihkan kondisi mental pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....