BPBD Jatim Perkuat Edukasi Kebencanaan di Sekolah Rakyat
- 11 Sep 2026 12:44 WIB
- Surabaya
RRI. CO. ID, Surabaya — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur memperkuat edukasi kebencanaan di lingkungan Sekolah Rakyat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan sekolah yang relatif baru tersebut memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak awal.
Analis Kebencanaan Ahli Pertama BPBD Provinsi Jawa Timur, Ardha Kusuma Wardana, mengatakan edukasi kebencanaan menjadi penting karena sebagian Sekolah Rakyat belum mendapatkan pembekalan secara menyeluruh mengenai kesiapsiagaan bencana.
“Sekolah Rakyat yang baru berdiri sangat membutuhkan dukungan edukasi kebencanaan agar tidak tertinggal dari sisi kesiapsiagaan sejak awal,” kata Ardha dalam dialog di RRI Surabaya.
Menurut Ardha, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Jawa Timur juga tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pembangunan Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia.
Kondisi tersebut, kata dia, perlu diikuti dengan penguatan pemahaman mengenai berbagai aspek kebencanaan. Tidak hanya terkait evakuasi, tetapi juga manajemen tempat pengungsian atau shelter, dukungan psikososial bagi anak, hingga pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah.
“Hal-hal ini penting untuk memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, baik secara fisik maupun psikologis,” ujarnya.
Untuk mendukung edukasi tersebut, BPBD Jawa Timur menghadirkan Mobil Edukasi Penanggulangan Bencana atau Mosipena. Mobil edukasi keliling ini dirancang sebagai sarana penyampaian materi kebencanaan dengan pendekatan yang lebih menarik dan mudah dipahami anak-anak.
Melalui Mosipena, edukasi kebencanaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Materi diberikan dengan menyesuaikan karakter anak sehingga kesiapsiagaan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi kebiasaan.
Kegiatan Mosipena di Sekolah Rakyat Jawa Timur telah dimulai dari Kota Pasuruan sebagai lokasi pertama. Selanjutnya, program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah daerah lainnya.
Daerah yang menjadi sasaran berikutnya antara lain Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Tuban, Kota Kediri, Kabupaten Sampang, Kabupaten Jember, Kabupaten Madiun, Kota Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Jombang, hingga Kabupaten Pacitan.
Ardha menegaskan, kesiapsiagaan bencana tidak cukup hanya dibangun melalui latihan teknis evakuasi. Lingkungan sekolah juga harus dipastikan aman secara sosial agar anak dapat belajar tanpa rasa takut dan tekanan.
“Kesiapsiagaan itu bukan hanya soal teknis evakuasi semata, tetapi juga soal kesiapan anak-anak kita serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman secara sosial dan bebas dari perundungan,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk membangun kesiapsiagaan tersebut. Penanggulangan bencana, menurutnya, tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
BPBD Jawa Timur juga mengajak orang tua dan masyarakat untuk mulai mengenali potensi bencana di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah anak. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi keluarga untuk menentukan langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.
Bagi sekolah, baik Sekolah Rakyat maupun satuan pendidikan lainnya yang membutuhkan edukasi kebencanaan, BPBD Jawa Timur membuka ruang untuk mendapatkan informasi mengenai program edukasi melalui Mosipena.
“Bencana bisa datang kapan saja. Kesiapsiagaan sejak dini, termasuk di lingkungan sekolah, adalah investasi keselamatan jangka panjang bagi anak-anak kita,” kata Ardha.
Ia berharap pengenalan terhadap risiko bencana dapat dilakukan sejak anak-anak berada di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, mereka tidak hanya mengetahui potensi ancaman di sekitarnya, tetapi juga terbiasa mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....