Pelebaran Jalan Wiyung-Menganti Surabaya Dikebut, 950 Meter Ditarget Rampung 2026
- 08 Sep 2026 12:51 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Proyek 1.900 meter dikebut multiyears. 350 meter sudah selesai 2025, target 950 meter rampung tahun 2026, sisanya sampai Mei 2027. Lokasi dari Perempatan Babatan Unesa sampai Wisma Lidah Kulon.
- Lebar jalan jadi total hampir 19 meter. Rinciannya saluran 5,4 meter pakai CCSP, badan jalan 10 meter, dan trotoar pedestrian 3 meter di sisi selatan.
- Untuk urai macet Surabaya Barat & koneksi antarkota. Jalur utama penghubung Surabaya-Gresik-Sidoarjo, akan terintegrasi dengan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB) untuk lancarkan mobilitas warga dan logistik.
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengebut proyek pelebaran Jalan Wiyung-Menganti sebagai upaya meningkatkan kapasitas infrastruktur di wilayah Surabaya Barat. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah mengatakan, pelebaran dimulai dari perempatan Jalan Babatan Unesa ke arah barat hingga Wisma Lidah Kulon.
"Jadi, pelebaran Jalan Wiyung-Menganti dari perempatan Jalan Babatan Unesa kita ke arah barat sampai dengan Wisma Lidah Kulon," ujar Hidayat, Selasa, 8 September 2026.
| Baca juga: Warga Soroti Jembatan dan PJU Klumprik |
Proyek ini merupakan proyek multiyears. Pada 2025 telah terealisasi sepanjang 350 meter. Sementara untuk 2026-2027, total pekerjaan sepanjang 1.900 meter, dengan target 950 meter rampung tahun ini. "Pekerjaan ini multiyears, dikerjakan tahun 2026 dan 2027 sepanjang 1.900 meter. Untuk target tahun 2026 ini kita selesaikan 950 meter," tuturnya.
Pelebaran meliputi tiga bagian utama. Pertama, pembangunan saluran selebar 5,4 meter menggunakan konstruksi Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP). Kedua, badan jalan selebar 10 meter. Ketiga, trotoar di sisi selatan selebar 3 meter untuk pejalan kaki.
| Baca juga: Antrean Bundaran Dolog Dikeluhkan Warga |
Menurut Hidayat, Jalan Wiyung-Menganti merupakan jalur utama yang menghubungkan Surabaya dengan Kabupaten Gresik dan Sidoarjo, sehingga perlu peningkatan kapasitas untuk kelancaran mobilitas warga dan distribusi logistik. "Ini memang sudah lama menjadi mimpinya Surabaya untuk meningkatkan kapasitas jalan. Jadi, perjalanan antarkota akan lebih lancar dan logistik juga lebih lancar," katanya.
Selain itu, proyek ini juga akan terintegrasi dengan Jalan Lingkar Dalam Barat (JLDB) untuk mengurai kemacetan di Surabaya Barat. Proyek dikontrak mulai April 2026 hingga Mei 2027. Pemkot menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses pembangunan, khususnya bagi pengguna jalan di kawasan Lidah Wetan dan Lidah Kulon.
"Jadi kami memang memohon maaf atas ketidaknyamanan ketika pekerjaan ini berlangsung, terutama untuk pengguna Jalan Wiyung-Menganti di area Lidah Wetan dan Lidah Kulon. Karena ini untuk kebermanfaatan kita ke depannya," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....