BMKG Juanda Deteksi 245 Titik Panas di Jatim, Tiga Daerah Status Waspada Tinggi

  • 08 Sep 2026 11:34 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda mendeteksi sebanyak 245 titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah wilayah Jawa Timur pada Senin (7/9/2026). Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diprakirakan masih berada pada tingkat kewaspadaan tinggi hingga beberapa hari ke depan.

Berdasarkan hasil analisis kondisi Fine Fuel Moisture Code (FFMC) atau tingkat kekeringan bahan bakar halus, sebagian besar wilayah Jawa Timur saat ini berada dalam kondisi sangat kering. Hal ini meningkatkan potensi kemudahan terjadinya dan meluasnya kebakaran lahan maupun hutan

BMKG Juanda dalam unggahannya di media sosial @infobmkgjuanda, mememetakan tiga wilayah di Jawa Timur yang masuk dalam prioritas utama kewaspadaan tinggi, yakni Kabupaten Bojonegoro, Malang, dan Bondowoso. Sementara itu, daerah seperti Lumajang dan Probolinggo masuk dalam kategori perlu diwaspadai dengan tingkat konsentrasi titik panas sedang dan FFMC tinggi.

Dalam rilis resminya, BMKG memperingatkan sejumlah dampak serius jika kondisi kekeringan dan kemunculan titik api terus berlanjut tanpa penanganan cepat, antara lain:

  1. Kesehatan: Penurunan kualitas udara akibat asap memicu meningkatnya risiko Gangguan Saluran Pernapasan Akut (ISPA), asma, dan iritasi mata. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan berada pada risiko tertinggi.
  2. Transportasi: Penurunan jarak pandang (visibility) di jalur transportasi darat serta potensi gangguan operasional penerbangan jika paparan asap meluas.
  3. Lingkungan: Kerusakan vegetasi, hilangnya keanekaragaman hayati, penurunan kualitas tanah, hingga peningkatan emisi gas rumah kaca.
  4. Sosial-Ekonomi: Kerusakan pada lahan pertanian/perkebunan warga yang berdampak pada potensi kerugian ekonomi lokal serta tingginya biaya penanganan bencana.

Menghadapi puncaknya musim kemarau dan meningkatnya risiko karhutla, BMKG mengimbau seluruh pihak untuk mengambil langkah mitigasi secara bersama:

*Masyarakat umum diimbau tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara terbuka, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta segera melaporkan ke pihak berwenang jika melihat kemunculan titik api/asap.

*Pemerintah daerah dan instansi terkait (BPBD, TNI/Polri, Manggala Agni) diminta meningkatkan patroli di wilayah rawan, menyiapkan sarana pemadaman awal, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

*Pengelola lahan dan sektor pertanian/perkebunan ditegaskan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta membuat sekat bakar (firebreak) guna menjaga kelembapan lahan.

*Masyarakat rentan disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai masker saat kualitas udara memburuk, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gangguan pernapasan.

BMKG Juanda meminta masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini resmi melalui kanal resmi BMKG. Kepedulian bersama menjaga lingkungan menjadi kunci utama dalam meminimalisasi risiko dan dampak karhutla di Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....