Bromo Kondusif, Pemprov Jatim Tetap Waspadai Titik Panas
- 15 Agt 2026 09:52 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo. Meski situasi di sejumlah titik utama dilaporkan kondusif, upaya pembasahan tetap digencarkan guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa pemantauan udara menggunakan drone menunjukkan area-area tersebut relatif stabil. Namun, berdasarkan pemetaan citra satelit BMKG, masih terdeteksi adanya titik panas yang berpotensi memicu api kembali jika diabaikan.
"Kita menggunakan drone untuk Bukit Kingkong dan Seruni kondusi, tapi tetap pendinginan karena memang menurut citra satelit BMKG masih ada hotspot," kata Emil.
Dari data yang dihimpun, luas area yang tebakar di kawasan Gunung Bromo terus bertambah dan mencapai 1.120 hektare. Ia menyebut, tiga titik dalam pantauan yakni Bukit Kingkong, Bukit Cinta dan Bukit Seruni.
Emil mengatakan, pelaksanaan water bombing masih terus dilakukan secara terukur dengan satu helikopter untuk efisiensi sumber daya air. Menurutnya, kesiapsiagaan air di kawasan sekitar sangat penting karena medan yang sulit ditembus oleh kendaraan untuk melalui gang sempit maupun jalan yang curam.
Sebagai solusinya, penanganan darurat di lapangan kini memanfaatkan armada yang lebih lincah dan fleksibel. Karena itu, penggunaan armada kecil dimaksimalkan seperti mobil pick up hingga jet shooter.
Selain itu, Pemprov Jatim juga membuat bak-bak penampungan air temporer menggunakan bahan terpal di titik-titik strategis sekitar pemukiman warga untuk mempermudah akses pasokan air saat kondisi darurat. Ia juga membau masyarakat tetap tenang dan selalu waspada dengan kemungkinan yang bisa terjadi.
"Tetapi sekali lagi kita harus betul-betul berhati-hati, ya. Siaganya tidak boleh berhenti," ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....