Pemprov Jatim Imbau Warga Waspadai Dampak Sebaran Abu Vulkanik Gunung Berapi
- 08 Sep 2026 10:42 WIB
- Surabaya
RI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik hingga erupsi di sejumlah gunung berapi di Indonesia. Warga yang berada di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik diminta untuk mengutamakan kesehatan diri dan keluarga.
Mengutip imbauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang diunggah melalui lama media sosial @jatimpemprov, paparan abu vulkanik berisiko memicu gangguan kesehatan akut. Dampak yang dapat timbul antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, hingga gangguan pada kulit.
Untuk meminimalkan risiko kesehatan, masyarakat diimbau menerapkan langkah-langkah mitigasi bencana abu vulkanik sebagai berikut:
- Membatasi aktivitas luar ruangan: Kurangi kegiatan di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
- Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD): Gunakan masker untuk mencegah ISPA serta kacamata pelindung agar abu tidak masuk ke mata.
- Menjaga kebersihan diri: Cuci tangan dan wajah menggunakan sabun serta segera mandi dengan air mengalir setelah terpapar debu.
- Menjaga daya tahan tubuh: Perbanyak mengonsumsi air putih.
- Pembersihan lingkungan: Bersihkan endapan abu pada atap rumah, halaman, dan saluran air secara berkala.
- Menjaga kualitas udara: Jangan membakar sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kualitas udara.
- Kewaspadaan saat berkendara: Berhati-hati di jalan karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang.
Masyarakat juga diingatkan untuk memilih jenis masker yang sesuai dalam menghadapi sebaran abu vulkanik yaitu :
Masker N95: Sangat dianjurkan karena mampu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik.
Masker Medis: Mampu digunakan sebagai perlindungan tambahan saat beraktivitas.
Pemprov Jatim berpesan agar warga tetap waspada dan tidak panik. Jika mengalami gejala gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, warga disarankan segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat serta terus memantau perkembangan informasi resmi dari pemerintah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....