Air Keruh Meluas, PDAM lakukan Penggelontoran
- 07 Sep 2026 10:46 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Keluhan pelanggan terkait air keruh, berbusa, dan berbau di sejumlah wilayah Surabaya ditindaklanjuti Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya. Gangguan tersebut terjadi pada Minggu, 6 September 2026, dan terutama dirasakan pelanggan yang mendapat pasokan dari Instalasi Pengolahan Air Minum atau IPAM Karang Pilang.
Aduan salah satunya disampaikan Umi melalui Halo RRI. Ia melaporkan kondisi air di kawasan Pakis yang sejak Minggu dini hari terlihat keruh, berbusa, dan berbau menyengat seperti kaporit.
“Dari tadi subuh airnya keruh, berbusa, dan baunya menyengat seperti kaporit. Waktu saya gunakan untuk mencuci piring, saya kaget karena airnya terlihat keruh seperti air sungai yang belum disaring,” ujar Umi.
| Baca juga: Warga Soroti Jembatan dan PJU Klumprik |
Aduan tersebut kemudian diteruskan Tim Halo RRI kepada Louise Adhilun Gatu . Dari penjelasan pihak Perumda, gangguan tidak hanya terjadi di kawasan Pakis, tetapi juga dirasakan di sejumlah wilayah yang mendapat pasokan dari IPAM Karang Pilang.
Wilayah yang dilaporkan terdampak antara lain Kebraon, Kedurus, Pondok Maritim, Putat Gede, dan Tanjung Sari, serta sejumlah kawasan lain di Surabaya Selatan dan Surabaya Barat. Kondisi ini terjadi setelah kualitas air baku yang masuk ke IPAM Karang Pilang mengalami penurunan.
Pihak Perumda menjelaskan, kondisi air baku dipengaruhi penurunan volume air sekaligus meningkatnya kandungan polutan. Kondisi tersebut membuat proses pengolahan air di IPAM Karang Pilang sempat menghadapi beban yang lebih tinggi dari biasanya.
“Kami dari Perumda Air Minum Surya Sembada mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan PDAM yang airnya sampai saat ini masih keruh atau berbusa. Hal ini disebabkan oleh polutan atau sel pencemar yang masuk ke dalam instalasi kami,” kata Louise kepada RRI Surabaya, Senin 7 September 2026.
Untuk mengatasi gangguan tersebut, Perumda melakukan sejumlah langkah, mulai dari penambahan air baku hingga peningkatan aerasi atau pemberian oksigen dalam proses pengolahan. Petugas juga melakukan penggelontoran atau washout untuk membuang sisa air yang terdampak polutan dari jaringan perpipaan.
Pembersihan dilakukan pada jaringan primer, sekunder, hingga jaringan di sekitar pelanggan. Perumda juga meminta pelanggan yang masih menerima air keruh, berbusa, atau berbau segera melapor agar petugas dapat melakukan washout pada jaringan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Perumda tidak menghentikan operasional IPAM Karang Pilang. Penghentian instalasi, meskipun hanya sementara, dinilai dapat menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap distribusi air kepada pelanggan.
“Untuk saat ini kami tidak melakukan penghentian sama sekali di IPAM Karang Pilang. Karena ketika kami menghentikan, walaupun itu hanya beberapa saat saja, nanti dampaknya bisa sangat luas,” jelas Louise.
Perumda Air Minum Surya Sembada juga berkomunikasi dengan Perum Jasa Tirta terkait kondisi air baku. Berdasarkan pemantauan, kualitas air baku yang masuk ke IPAM Karang Pilang pada Minggu pagi mulai membaik, sementara petugas masih melakukan pembuangan sisa air yang terdampak dari jaringan distribusi.
Pelanggan yang masih menemukan air keruh, berbusa, atau berbau diminta tidak menggunakannya terlebih dahulu dan segera melapor melalui layanan Perumda. Perumda juga menyediakan bantuan air melalui mobil tangki secara gratis bagi pelanggan yang membutuhkan selama kondisi air belum kembali normal.
Untuk pengaduan, pelanggan dapat menghubungi Call Center Perumda Air Minum Surya Sembada di 0800 192 6666 atau WhatsApp Enterprise 0812-3316-666. Melalui Halo RRI, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan layanan publik di lingkungan sekitar untuk kemudian diteruskan kepada instansi terkait. Aduan warga juga menjadi bagian dari upaya memastikan persoalan di lapangan memperoleh penjelasan dan tindak lanjut dari pihak yang berwenang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....