BNPB Kirim Tim Advance Tangani Dampak Erupsi Anak Krakatau
- 06 Sep 2026 20:11 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim Tim Pendahulu atau Tim Advance untuk menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan, data sementara menunjukkan dampak erupsi tersebar di tiga kabupaten dan 15 kecamatan.
Wilayah terdampak meliputi Lampung Selatan, Pandeglang, dan Tanggamus. Pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan terhadap dampak fisik dan kerusakan akibat erupsi.
"Tadi kami sudah melakukan video conference dengan Kepala BPBD. Semuanya melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa sementara yang dilaporkan," ujar Suharyanto, dalam rilis resmi BNPB, Minggu, 6 September2026.
Menurut Suharyanto, paparan abu vulkanik juga terjadi di sejumlah wilayah Banten dan Lampung. Paparan abu bahkan dirasakan hingga wilayah DKI Jakarta.
"Memang wilayah di Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Lampung semuanya terpapar abu vulkanik seperti yang telah dijelaskan oleh Kepala BMKG," katanya. BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memantau perkembangan kondisi masyarakat terdampak.
"Kami mengirimkan Tim Pendahulu (Tim Advance) ke daerah bencana. Personel ini sudah berangkat untuk memantau situasi di lapangan secara langsung," ujarnya.
Selain mengirim personel, BNPB mengecek kesiapan berbagai perangkat penanggulangan bencana. Pemeriksaan meliputi alat pemantau, sirine, rambu evakuasi, hingga rencana kontinjensi daerah.
BNPB juga memastikan ketersediaan logistik dan bahan pangan di gudang pemerintah daerah dan provinsi. Jika diperlukan, pemerintah pusat siap menyalurkan bantuan logistik ke daerah terdampak.
"Hingga saat ini belum ada satupun Pemerintah Kabupaten maupun Provinsi terdampak yang menetapkan Status Kedaruratan," kata Suharyanto. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan penanganan dapat segera dipenuhi.
Ia menegaskan, ketiadaan status kedaruratan daerah tidak menghambat pemerintah pusat memberikan bantuan. BNPB tetap akan turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait.
"Kami juga terus berkomunikasi menit demi menit dengan Kepala BMKG, serta mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden," ujarnya. Sementara itu, BNPB bersama pihak terkait melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Hybrid di wilayah DKI Jakarta.
Operasi tersebut dilakukan untuk membantu mengurangi paparan abu vulkanik di udara. "Pesawat beroperasi dari Pondok Cabe dan dilaksanakan sampai malam hari," kata Suharyanto.
OMC Hybrid menggunakan dua teknik berdasarkan kondisi atmosfer. Saat tersedia awan, dilakukan stimulasi hujan untuk membantu menguras abu vulkanik di udara.
Sedangkan ketika tidak terdapat awan, petugas menyebarkan water mist untuk mengurai dan mengikat partikel abu serta polutan berbahaya. "Diharapkan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan sejak hari ini hingga nanti malam dapat membantu mempercepat peluruhan abu vulkanik," ujarnya.
BNPB juga mulai mendata kebutuhan logistik dasar masyarakat dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait. Pemerintah memastikan pendampingan dilakukan sampai kondisi masyarakat kembali pulih dan aman.
"Pemerintah melalui BNPB siap untuk terus mendampingi. BNPB memfasilitasi penanganan pasca erupsi Gunung Anak Krakatau hingga situasi benar-benar kembali pulih dan aman," pungkas Suharyanto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....