Abu Vulkanik Erupsi Gunung Api Berisiko Ganggu Keselamatan Penerbangan

  • 06 Sep 2026 13:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Abu vulkanik akibat erupsi gunung api menjadi salah satu ancaman serius terhadap keselamatan operasional penerbangan. Partikel abu yang terbawa angin dapat menyebar ke jalur penerbangan dan berpotensi membahayakan pesawat.

Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui kanal informasi penerbangan yang diunggah di media sosial @aviationbmkg. Dalam unggahannya, BMKG menjelaskan bahwa abu vulkanik dapat berdampak terhadap sejumlah aspek operasional penerbangan.

Erupsi gunung api menghasilkan abu vulkanik yang kemudian dapat terbawa angin hingga memasuki jalur penerbangan. Pesawat yang melintas di kawasan terdampak berisiko memasuki area yang mengandung abu vulkanik.

Aviation BMKG juga menjelaskan, paparan abu vulkanik dapat menyebabkan kerusakan pada mesin pesawat. Partikel abu yang masuk ke dalam mesin dapat meleleh akibat suhu tinggi dan berpotensi mengganggu kinerja mesin.

Selain itu, abu vulkanik juga dapat menyebabkan penurunan jarak pandang. Partikel abu yang mengganggu kaca kokpit dapat mengurangi visibilitas sehingga menyulitkan pilot dalam menjaga keselamatan penerbangan.

Dampak lainnya adalah gangguan pada sistem navigasi dan sensor pesawat. Abu vulkanik dapat mengganggu sensor udara, pilot static system, serta perangkat navigasi lainnya.

Abu vulkanik juga berpotensi menyebabkan perubahan rute dan keterlambatan penerbangan. Untuk alasan keselamatan, penerbangan dapat dialihkan, ditunda, atau rute penerbangan diubah sementara.

BMKG menyatakan terus memantau kondisi terkait erupsi gunung api di Indonesia guna mendukung keselamatan penerbangan.

Pemantauan dilakukan secara real-time melalui satelit, radar, dan model sebaran, serta analisis oleh meteorolog penerbangan BMKG. Informasi tersebut digunakan untuk memberikan dukungan operasional penerbangan di tengah potensi penyebaran abu vulkanik.

Dalam unggahannya, BMKG juga menyinggung kondisi Gunung Anak Krakatau yang disebut berdampak terhadap sejumlah operasional penerbangan dan adanya penutupan sementara beberapa bandar udara akibat abu vulkanik.

Informasi mengenai kondisi cuaca dan penerbangan dapat diakses melalui layanan informasi meteorologi penerbangan BMKG dengan mengakses laman website di aviation.bmkg.go.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....