Surabaya Drone Community Berbagi Edukasi dan Pengalaman di Ngobras Pro1
- 02 Sep 2026 00:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Program dialog Ngobras Pro 1 RRI Surabaya menghadirkan komunitas Surabaya Drone Community (SDC) dalam siaran yang berlangsung menarik dan interaktif, Selasa, 1 September 2026. Dialog yang dipandu Joe Adi Yuanda tersebut melibatkan pendengar melalui sambungan telepon dan interaksi secara on air.
Dalam kesempatan itu hadir Wiwit selaku Humas, serta Pundi, Andi, dan Daru sebagai pembina sekaligus anggota komunitas. Surabaya Drone Community berdiri pada 18 Maret 2017 dan kini telah memasuki usia sembilan tahun. Komunitas ini berawal dari pertemuan para pecinta drone melalui Facebook sebelum akhirnya rutin berkumpul setiap Minggu sore di kawasan Tugu Pahlawan Surabaya, dekat Museum Sepuluh Nopember.
Pembina SDC, Andy, mengatakan komunitas tersebut dibangun dari kesamaan hobi para anggotanya dan bukan merupakan pecahan dari komunitas lain. “Awalnya kami hanya sama-sama memiliki ketertarikan terhadap drone, kemudian berkumpul, memotret, membuat video, dan yang paling penting adalah saling berbagi ilmu,” ujarnya. Andy sendiri saat ini telah menjabat sebagai ketua selama tiga periode.
Ketertarikan anggota terhadap drone juga berawal dari keinginan mendapatkan perspektif visual yang berbeda. Menurut Daru, hobi fotografi dengan pengambilan gambar dari udara menawarkan pengalaman tersendiri. “Kalau dari ketinggian, sudut pandangnya berbeda dan hasilnya menjadi lebih menarik dibandingkan foto dari darat,” ucapnya.
Seiring perkembangan teknologi, drone kini tidak lagi sekadar menjadi alat bermain atau hobi. SDC juga melihat peluang profesional melalui pembuatan video, fotografi, hingga profil perusahaan. Namun, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan pemahaman terhadap regulasi penerbangan. “Kalau terbang pada ketinggian tertentu dan berada di wilayah yang berdekatan dengan bandara, tentu harus mengikuti aturan dan perizinan yang berlaku,” kata Andy.
Dalam dialog tersebut, para anggota SDC juga menjelaskan beragam fungsi drone, mulai dari pencarian dan penyelamatan atau SAR dengan kamera termal, pemantauan pertanian, penyemprotan tanaman, hingga pemadaman kebakaran. Drone juga berkembang dalam bidang kreatif melalui jenis FPV (First Person View) yang memungkinkan pilot melihat langsung sudut pandang drone menggunakan kacamata khusus untuk menghasilkan gambar sinematik.
Menurut Wiwit, penggunaan drone bagi anak-anak juga dapat memberikan manfaat apabila dilakukan secara terarah dan dengan pendampingan orang tua. “Drone bisa melatih motorik, konsentrasi, dan logika. Yang penting dimainkan di tempat terbuka, jauh dari kerumunan, serta tetap memperhatikan keselamatan,” ujar Wiwit sebagai Humas SDC.
Melalui Ngobras Pro1, Surabaya Drone Community mengajak masyarakat yang tertarik dengan dunia drone untuk tidak ragu bergabung dan belajar bersama. Keanggotaan terbuka bahkan bagi mereka yang belum memiliki drone karena tersedia kesempatan untuk belajar menggunakan perangkat yang ada. “Komunitas ini tempat untuk berbagi ilmu, pengalaman, teknologi, hingga memahami aturan agar kita bisa terbang dengan aman dan bertanggung jawab,” ucap Pundi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....