ITS Terjunkan Satgas Kemanusiaan Bantu Korban Bencana NTT
- 31 Agt 2026 20:36 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengirim bantuan dan Tim Satgas Kemanusiaan ke NTT, untuk mendukung masyarakat terdampak bencana. Bantuan mencakup kebutuhan logistik, layanan psikososial, serta dukungan pemulihan infrastruktur berbasis teknologi berkelanjutan, menjadi wujud kepedulian ITS terhadap mmasyarakat dalamsituasi darurat.
Solidaritas ITS diperkuat melalui kolaborasi Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat, YMI, serta IKA ITS. Kolaborasi tersebut mendukung percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mendorong pemanfaatan kepakaran sivitas akademika. Kepakaran tersebut diharapkan mempercepat pemulihan infrastruktur jangka panjang di NTT.
Tim pakar satgas telah dikerahkan memperbaiki dermaga, jalan, dan jembatan yang menghubungkan antardaerah. “Karena perguruan tinggi menghadirkan solusi tepat dan nyata bagi masyarakat dan wilayah terdampak agar cepat bangkit,” ujar Bambang Senin, 31 Agustus 2026.
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS Fadlilatul Taufany ST PhD menyebut ITS memasuki tahap kedua. Pada tahap ini, ITS fokus menangani lima daerah yang mengalami dampak paling besar.
Wilayah sasaran antara lain Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo. Sebanyak Rp400 juta dialokasikan untuk tenda darurat dan selimut melalui dukungan IKA ITS.
ITS juga menyalurkan paket tas senilai Rp120.000 untuk masyarakat terdampak bencana. Paket tersebut berisi obat, vitamin, kebutuhan pokok, dan hygiene kit.
Satgas Kemanusiaan ITS turut mengoperasikan dapur umum terbatas di Manggarai Barat dan Manggarai Timur. Dapur tersebut menyediakan sekitar 250 porsi makanan setiap hari bagi masyarakat terdampak.
“Satgas juga kembali menghadirkan kegiatan trauma healing untuk mendukung pemulihan psikologis para korban,” ujar Taufany. Program tersebut diharapkan membantu masyarakat pulih setelah bencana.
Koordinator Tim Infrastruktur Satgas Kemanusiaan ITS Dr Ir Mudji Irmawan telah memperoleh gambaran kondisi infrastruktur lapangan. Hasil asesmen menjadi dasar penentuan intervensi dan kebutuhan penanganan tahap kedua.
“ITS berupaya menghadirkan solusi jangka panjang untuk memperkuat resiliensi wilayah NTT menghadapi bencana serupa,” terang Mudji. Ia merupakan dosen Departemen Teknik Sipil ITS.
Ketua Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS Hepi Hapsari Handayani ST MSc PhD menyoroti dukungan teknologi. Timnya berencana mengembangkan rumah tahan gempa, sensor deteksi dini, dan drone pemetaan kerusakan bangunan.
Hepi mengatakan teknologi tersebut dirancang agar mudah diterapkan tenaga lokal secara ekonomis dan efektif. Pengembangan teknologi juga mengutamakan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Hal ini didukung penggunaan sensor berbiaya rendah serta prototipe deteksi kerusakan yang pernah dilaporkan,” ucap Hepi. Teknologi tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....