Menghadapi Fitnah dan Gosip: Ajak Masyarakat Sikapi Berita dengan Tabayyun
- 31 Agt 2026 10:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya — Program siaran religi "Cahaya Pagi" yang mengudara di Pro 4 RRI Surabaya kembali menyapa pendengar pada edisi Senin, 31 Agustus 2026 pagi. Pada kesempatan kali ini, ruang siar terhubung dengan narasumber Yusuf, S.Sos., seorang Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Genteng, Surabaya.
Diskusi interaktif tersebut mengangkat topik yang sangat relevan dengan kehidupan sosial bermasyarakat, yakni "Menghadapi Fitnah dan Gosip." Dalam pemaparannya, Yusuf menekankan bahwa fenomena fitnah dan gosip bukanlah hal baru, namun dampaknya semakin meluas di era digital saat ini.
Penyebaran informasi liar tanpa kejelasan sumber sering kali merusak keharmonisan hubungan keluarga, antar-tetangga, hingga stabilitas sosial. Menurutnya, agama Islam telah memberikan panduan panduan yang sangat tegas agar setiap individu menjaga lisan dan tidak mudah menelan informasi yang belum teruji kebenarannya.
| Baca juga: Trans Jatim Gratis Seharian pada 17 Agustus |
Yusuf menjelaskan bahwa salah satu langkah utama dalam Islam untuk membendung dampak buruk gosip dan fitnah adalah dengan menerapkan prinsip tabayyun atau konfirmasi. Ketika menerima suatu rumor atau kabar miring mengenai orang lain, seorang Muslim dianjurkan untuk tidak langsung mempercayainya, apalagi menyebarkannya kembali.
Meneliti kebenaran berita dari sumber utama merupakan pondasi utama dalam menjaga kedamaian di tengah masyarakat. Lebih lanjut, Penyuluh Agama KUA Genteng tersebut juga menyoroti bahaya penyakit hati yang sering menjadi akar timbulnya fitnah, seperti iri hati dan dengki (hasad).
“Orang yang terbiasa mengumbar gosip biasanya terdorong oleh rasa tidak senang melihat keberhasilan atau kebahagiaan orang lain. Oleh karena itu, pembenahan kualitas diri dan penataan hati menjadi benteng utama agar seseorang terhindar dari perbuatan tercela tersebut.” Ujar Yusuf.
Bagi pihak yang menjadi korban fitnah maupun gosip, Yusuf memberikan motivasi agar tetap tenang dan tidak meresponsnya dengan emosi yang berlebihan. Ia mengingatkan bahwa menyikapi tuduhan jahat dengan kesabaran serta menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT akan membawa ketenangan jiwa.
Merespons fitnah dengan amarah justru kerap kali memperkeruh keadaan dan memperpanjang konflik. Di akhir dialog, Yusuf mengajak seluruh pendengar Pro 4 RRI Surabaya untuk menggunakan media sosial dan sarana komunikasi secara bijak.
“Jempol dan lisan manusia akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Menjaga kehormatan orang lain dengan tidak ikut-ikutan menyebarkan gosip merupakan cerminan dari akhlak seorang Muslim yang berbudi pekerti luhur.” Ujar Yusuf.
Program "Cahaya Pagi" edisi ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif bersama para pendengar melalui saluran telepon dan pesan singkat. Banyak pendengar yang mengapresiasi pembahasan ini karena dinilai memberikan pencerahan moral dan solusi praktis dalam menghadapi dinamika sosial sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....