Dorong Kemandirian, SLB B Negeri Karya Mulia Surabaya Perkuat Pembekalan Vokasi

  • 24 Agt 2026 22:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID - Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu fokus pemerintah dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Penguatan pendidikan bagi anak disabilitas terus dilakukan untuk menciptakan SDM unggul di SLB B Karya Mulya Surabaya.

Wakil Kepala Sekolah SLB B Negeri Karya Mulya Surabaya, Sukamto, menjelaskan bahwa fokus pada pendidikan keterampilan menjadi prioritas utama sekolah agar para lulusan memiliki daya saing nyata saat terjun ke masyarakat maupun dunia industri.

"Anak-anak disabilitas ini yang kita utamakan ke depannya ketika sudah lulus, baik lanjut kuliah dan sebagainya, adalah keterampilannya. Tujuannya supaya mereka nanti ketika sudah hidup di masyarakat bisa mandiri," ujar Sukamto, Senin 24 Agustus 2026.

Penguatan kapasitas guru menjadi salah satu poin penting agar ilmu dan keterampilan yang diajarkan relevan dengan perkembangan industri modern. Oleh karena itu, peningkatan SDM guru dilakukan secara berkala melalui pelatihan teknis dengan berbagai pihak.

"Mereka harus lebih banyak penambahan ilmu yang disesuaikan dengan bidangnya. Sehingga, dengan harapan akan bisa mengikuti tantangan zaman yang sekarang. Artinya tidak jadul-jadul," katanya.

Ia mengatakan, dalam hal peningkatan kualitas guru pihaknya menggandeng sejumlah lembaga. Tak hanya sekadar lembaga sertifikasi, tapi juga mitra seperti industri secara langsung.

Tidak hanya kepada guru, komitmen meningkatkan kualitas SDM bagi anak penyandang disabilitas juga dilakukan dengan program PKL bagi murid. Sehingga, para murid mengetahui suasana dunia kerja dan teknologi yang digunakan.

Namun demikian, ia menyebut saat ini angka penerimaan kerja bagi penyandang disabilitas masih belum sesuai harapan. Sehingga, ia berharap ada wadah yang lebih besar untuk mengkaryakan para penyandang disabilitas.

Sementara itu, Keysa salah satu murid mengaku sangat semangat belajar untuk mewujudkan cita-citanya sebagai desainer. "Karena ingin mencari pengalaman menjahit," aku Keysa.

Ketertarikan tersebut muncul karena ia sudah sering terlibat membantu ibunya merajut. Dengan tambahan ilmu di sekolah ia berharap memiliki kemampuan menjahit yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....