Santri SMK Kreatif Chasbullah Jombang Olah Sampah Jadi Paving dan Biogas
- 29 Agt 2026 15:49 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Jombang — Santri SMK Kreatif Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, mengolah sampah menjadi produk yang bisa dimanfaatkan. Sampah diolah menjadi paving block hingga biogas.
Praktik pengelolaan sampah itu diperlihatkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, saat mengunjungi Expo Bazar SMK Kreatif Chasbullah dalam rangkaian Muktamar Literasi Santri 2026, Jumat, 28 Agustus 2026. Zulkifli Hasan mengapresiasi kemampuan para santri yang tidak hanya memahami konsep pemilahan sampah, tetapi juga sudah menerapkannya melalui pengolahan sampah.
“Ini contoh yang baik. Anak-anak santri bukan hanya tahu bagaimana memilah sampah, tetapi sudah bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini yang harus terus kita dorong dan ditiru di tempat lain,” ujar Zulkifli Hasan, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dalam dialog dengan para santri, Zulkifli sempat menguji pemahaman mereka tentang jenis sampah, pemanfaatan sampah anorganik, hingga pengelolaan residu. Sejumlah santri dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan baik.
Salah satunya Andika M. Nuur. Ia menjelaskan, sampah yang dikumpulkan di lingkungan sekolah dan pesantren tidak langsung dibuang, tetapi dipilah dan diolah sesuai jenisnya.
“Kami sudah mengolah sampah dan mengubahnya menjadi biogas dan paving block, Pak Menko, sehingga tidak ada yang terbuang, zero waste,” kata Andika.
Menurut Zulkifli, kebiasaan mengelola sampah perlu dikenalkan sejak usia sekolah. Tidak hanya untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membangun keterampilan dalam memanfaatkan sampah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Ia juga mengenalkan pengolahan sampah menjadi energi, termasuk melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Menurutnya, metode pengelolaan sampah tidak harus seragam karena perlu disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik setiap daerah.
Sementara itu, Muktamar Literasi Santri 2026 juga memberikan penghargaan kepada pesantren yang dinilai memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Pengelolaan sampah di SMK Kreatif Chasbullah menjadi salah satu gambaran bahwa kegiatan pendidikan di pesantren dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.
Pengolahan sampah menjadi paving block dan biogas juga menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat dihadapi melalui keterlibatan langsung masyarakat, termasuk kalangan santri. Praktik tersebut sekaligus membuka ruang bagi pesantren untuk mengembangkan inovasi yang memiliki manfaat bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....