Pembukaan Muktamar NU Diwarnai Isu Menag Mundur, Kemenag Angkat Bicara

  • 27 Agt 2026 10:54 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Jombang - Pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Kamis 27 Agustus 2026 diwarnai isu pengunduran diri Menteri Agama Nasaruddin Umar. Isu itu mencuat setelah nama Nasaruddin Umar disebut masuk bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Pemilihan ketua umum dijadwalkan berlangsung Sabtu 28 Agustus 2026.

Kabar Nasaruddin mundur dari jabatan Menteri Agama beredar luas di media sosial dan grup percakapan. Namun, Kementerian Agama memastikan kabar tersebut tidak benar.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar menyebut isu tersebut hoaks. Nasaruddin, kata dia, masih menjalankan tugas sebagai Menteri Agama.

"Itu hoaks. Tidak benar Prof Nasaruddin Umar mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Agama," kata Thobib dalam keterangan resmi di Jakarta,.

Ia juga memastikan tidak ada pembicaraan mengenai pengunduran diri tersebut dengan pihak Istana. Di tengah bantahan itu, nama Nasaruddin memang masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyebut sejumlah nama yang berpeluang maju, termasuk Nasaruddin Umar.

Selain Nasaruddin, nama yang disebut antara lain Kiai Zulfa Mustofa, Gus Yusuf Chudlori, Gus Salam Shohib, serta Gus Kikin yang merupakan Ketua PWNU Jawa Timur. Sejumlah nama telah mendapat mandat resmi dari pengurus wilayah. Gus Kikin, misalnya, telah memperoleh penugasan dari PWNU Jawa Timur bersama PCNU se-Jawa Timur. Sementara Nasaruddin sejauh ini belum terlihat mendapat mandat resmi dari wilayah NU.

Persoalan lain muncul karena aturan organisasi terkait rangkap jabatan. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf sebelumnya menegaskan ketua umum PBNU tidak boleh merangkap jabatan. Aturan tersebut merupakan hasil kesepakatan Muktamar Lampung. Perubahan aturan hanya dapat dilakukan melalui keputusan muktamirin dalam Muktamar ke-35.

Karena itu, isu pencalonan Nasaruddin sebagai Ketua Umum PBNU sekaligus posisinya sebagai Menteri Agama menjadi perhatian. Jika maju, persoalan rangkap jabatan menjadi salah satu ganjalan yang harus dijawab.

Pertanyaan soal netralitas juga ikut mengemuka. Sebab, Menteri Agama merupakan pejabat negara dengan tanggung jawab pelayanan keagamaan, sementara NU merupakan organisasi kemasyarakatan dengan dinamika kepemimpinan tersendiri.

Terlepas dari benar atau tidaknya isu pengunduran diri, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Muktamar NU mengambil keputusan soal kepemimpinan dan aturan organisasi.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan membuka Muktamar ke-35 NU di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas. Gus Ipul menyebut Presiden memberikan kepercayaan penuh kepada muktamirin untuk menjalankan musyawarah sesuai tradisi NU tanpa campur tangan pihak luar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....