Peringatan Maulid Nabi: Momen Refleksi Masyarakat Indonesia Selesaikan Masalah
- 27 Agt 2026 00:05 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal atau hari Selasa, 25 Agustus 2026. Pondok yang bertempat di Jl. Kebonsari Baru Selatan, Kec. Jambangan, Surabaya tersebut menggelar peringatan Maulid Nabi yang di ikuti oleh ribuan santri-santriwati.
Turut hadir undangan stakeholder dan tokoh masyarakat sekitar serta para orang tua santri yang hadir dari berbagai wilayah seluruh Indonesia dengan suasana khidmat dan rukun. Acara di mulai pukul 07.00 sampai 11.00 WIB ditutup dengan sholat Dhuhur berjamaah.
Ketua Yayasan sekaligus Pengasuh di Pondok Pesantren Alif Laam Miim Ida Mawardi saat diwawancara RRI di tengah berlangsungnya acara mengatakan Peringatan Maulid Nabi ini menjadi momentum bagi warga pondok untuk mengenang perjuangan dan sekaligus meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah ini merupakan momentum bagi seluruh santri dan santriwati, para pengajar, bahkan untuk warga di sekitar lingkungan pondok, agar kita bersama-sama mengenang perjuangan dan sekaligus meneladani akhlak Baginda Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ida.
Dirinya menambahkan peringatan kali ini juga sebagai refleksi bagi masyarakat Indonesia di tengah kondisi negara yang penuh dinamika dan ujian seperti bencana alam maupun bencana sosial yang tengah terjadi beberapa waktu terakhir agar bisa disikapi sesuai dengan anjuran yang Rasulullah SAW berikan.
“Apalagi kondisi yang akhir-akhir ini terjadi, banyak bencana alam, kebakaran hutan, gempa bumi, dan kejadian lainnya. Harapannya kita bisa menyikapinya dengan teladan kesabaran dan keikhlasan yang diajarkan Rasulullah agar dapat dimaknai secara bersama,” ucapnya.
Ia juga menyebut tuntunan yang di berikan Rasulullah SAW yang tak kalah penting yakni membudayakan prasangka baik, oleh karena itu dirinya mengajak para santri serta seluruh masyarakat Indonesia untuk mengurangi pikiran buruk dan berfokus pada penyelesaian masalah dengan hati dan pikiran yang sejuk.
“Tentunya Rasul selalu mengajarkan kita umat Muslim untuk selalu sabar dan berprasangka baik, khusnuzon. Kami di lingkungan pondok ini terus menyiarkan pesan perdamaian kepada para santri agar terus membudayakan prasangka baik kepada siapapun dan menyelesaikan masalah dengan hati yang sejuk,” ucapnya.
Selain itu, keterlibatan dalam pelaksanaan kegiatan peringatan tahun ini tidak hanya di inisiasi oleh warga pondok saja, namun juga terdapat beberapa unsur masyarakat mulai dari Kepolisian, TNI, simpatisan, dan tokoh masyarakat yang turut mendukung acara kali ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....