Pesan Kenabian di Era Krisis, Keadilan dan Kepedulian Jadi Pegangan

  • 20 Sep 2026 07:52 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pesan-pesan kenabian dinilai tetap relevan di tengah berbagai krisis yang dihadapi masyarakat. Nilai keadilan, kepedulian terhadap sesama, kasih sayang, hingga upaya menjaga persaudaraan menjadi bagian penting dalam menghadapi konflik dan perpecahan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ustaz M. Sholah Ulayya, BKPRMI Kabupaten Sidoarjo sekaligus Inisiator Rumah Jeda Ruang Rasa saat berbincang bersama RRI Surabaya dalam program Mutiara Pagi, Minggu, 20 September 2026. Menurutnya, pesan kenabian tidak hanya berbicara mengenai hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga bagaimana manusia membangun hubungan yang baik dengan sesama.

Ia menjelaskan, kehidupan di tengah krisis membutuhkan nilai yang mampu menjadi pegangan agar masyarakat tidak mudah kehilangan arah. Keadilan, kepedulian dan kasih sayang menjadi nilai yang perlu dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pesan kenabian harus kita hadirkan dalam kehidupan nyata. Bukan hanya menjadi pengetahuan atau kajian, tetapi menjadi nilai yang membentuk cara kita memperlakukan orang lain, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi krisis,” ujarnya.

Ustaz Sholah menilai keadilan merupakan salah satu pesan penting yang perlu terus dihidupkan. Keadilan tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum atau kebijakan, tetapi juga menyangkut cara seseorang bersikap terhadap orang lain.

Menurutnya, krisis dapat memperlebar kesenjangan apabila masyarakat kehilangan kepedulian dan hanya berorientasi pada kepentingan masing-masing. Keadilan, dapat dimulai dari hal sederhana seperti tidak mengambil hak orang lain, tidak melakukan diskriminasi, bersikap jujur serta memberikan ruang yang sama kepada setiap orang untuk berkembang.

Nilai tersebut menjadi semakin penting ketika masyarakat menghadapi persoalan ekonomi, sosial maupun perubahan kehidupan yang berlangsung cepat. Selain keadilan, kepedulian terhadap sesama menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pesan kenabian.

Ustaz Sholah mengatakan, keberagamaan semestinya tidak berhenti pada aktivitas ritual, tetapi juga melahirkan kepedulian sosial. Keberadaan masyarakat yang sedang mengalami kesulitan seharusnya mendorong munculnya solidaritas, bukan justru sikap saling menyalahkan.

Ia menilai kepedulian dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, mulai dari membantu orang yang mengalami kesulitan, mendengarkan persoalan orang lain, hingga menyediakan ruang aman bagi masyarakat untuk beristirahat secara mental dan emosional.

“Kadang orang tidak selalu membutuhkan nasihat. Ada saatnya seseorang membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, didengarkan, dan diterima. Dari sana kepedulian dan rasa kemanusiaan bisa tumbuh," ucapnya.

Persoalan lain yang menjadi tantangan di era krisis adalah meningkatnya potensi konflik dan perpecahan. Perbedaan pandangan, kepentingan, maupun identitas dapat dengan mudah berkembang menjadi pertentangan, terlebih di tengah derasnya arus informasi di media sosial.

Ustaz Sholah mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Sikap tabayun dan kemampuan mengendalikan diri diperlukan agar perbedaan tidak berubah menjadi permusuhan.

Menurutnya, pesan kenabian mengajarkan pentingnya menjaga persaudaraan dan martabat manusia, termasuk ketika menghadapi perbedaan.

Hal ini sejalan dengan tantangan masyarakat yang hidup dalam lingkungan sosial yang beragam. Pemerintah sebelumnya juga menekankan pentingnya memilah dan memverifikasi informasi untuk mencegah polarisasi di ruang digital.

“Perbedaan itu sesuatu yang tidak mungkin kita hilangkan. Yang penting adalah bagaimana kita mengelola perbedaan tersebut agar tidak menjadi alasan untuk saling membenci dan memutus persaudaraan,”kata Ustad Sholah.

Ustaz Sholah menambahkan, nilai-nilai kenabian perlu diterjemahkan menjadi gerakan sosial yang nyata. Keadilan harus terlihat dalam perilaku, kepedulian harus hadir dalam tindakan, sementara perdamaian harus dibangun melalui komunikasi dan kesediaan memahami pihak lain.

Ia berharap masyarakat tidak hanya memperingati atau membicarakan keteladanan para nabi, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam menghadapi persoalan kehidupan.

Di tengah krisis, menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang untuk kembali menguatkan nilai kemanusiaan. Agama diharapkan mampu menjadi sumber keteduhan, bukan menjadi alasan untuk memperbesar perbedaan.

Pesan tentang akhlak, keadilan, kasih sayang dan penghormatan terhadap martabat manusia juga menjadi bagian dari refleksi keagamaan yang terus disampaikan dalam berbagai momentum keislaman.

“Kalau pesan kenabian benar-benar hidup dalam diri kita, maka ketika melihat ketidakadilan kita terdorong untuk memperbaiki, ketika melihat orang kesulitan kita terdorong untuk membantu, dan ketika melihat perpecahan kita terdorong untuk mendamaikan,”ucap Ustad Sholah.

Karena itu, era krisis tidak hanya menjadi ujian bagi ketahanan sosial masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali menghidupkan nilai-nilai kenabian dalam kehidupan sehari-hari. Keadilan, kepedulian, kasih sayang dan persaudaraan dinilai menjadi fondasi penting agar masyarakat tetap mampu menjaga kemanusiaan di tengah berbagai tekanan dan perbedaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....