Khofifah Pastikan Bantuan IKA UNAIR Tepat Sasaran

  • 25 Agt 2026 22:29 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Ketua Umum PP IKA Universitas Airlangga (UNAIR), Khofifah Indar Parawansa, memastikan bantuan tepat sasaran. Khofifah yang juga Gubernur Jawa Timur meninjau bantuan IKA UNAIR Peduli Gempa Flores.

Peninjauan dilakukan di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan distribusi berjalan optimal. Sekitar 100 kardus bantuan telah disiapkan bagi masyarakat terdampak gempa Flores di NTT.

Bantuan tersebut terdiri atas kebutuhan perempuan, perlengkapan bayi, serta obat-obatan untuk kelompok rentan. Khofifah menegaskan, ketepatan sasaran menjadi prinsip utama dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada korban bencana.

“Bantuan ini harus dipastikan tidak berhenti di titik pengumpulan atau serah terima,” ujarnya, Selasa, 25 Agustus 2026. Menurut Khofifah, bantuan harus sampai dan dimanfaatkan masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan.

“Yang paling penting adalah bagaimana bantuan dapat sampai dan dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak,” katanya. Khofifah meminta distribusi bantuan berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.

“Distribusi harus berdasarkan kebutuhan di lapangan,” ucapnya. Ia mengingatkan agar bantuan tidak menumpuk di lokasi yang mudah dijangkau, sementara wilayah terpencil terabaikan.

Khofifah menyebut Ketua PW IKA UNAIR NTT, Prof. Dr. Yantus AB Neolaka, telah berkoordinasi dengan mahasiswa. Mahasiswa tersebut diterjunkan ke berbagai daerah untuk membantu proses distribusi bantuan secara langsung.

“Mereka bisa dikoordinasikan door to door untuk mendistribusikan bantuan,” kata Khofifah. Khofifah juga memberi perhatian khusus terhadap kebutuhan perempuan dan bayi selama kondisi darurat.

Menurutnya, kelompok tersebut memiliki kebutuhan khusus yang harus diperhitungkan dalam distribusi bantuan. “Kebutuhan perempuan dan bayi harus menjadi bagian penting dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Bantuan IKA UNAIR Peduli mencakup kebutuhan umum serta perlengkapan khusus bagi perempuan dan bayi. Khofifah mengapresiasi alumni UNAIR, donatur, relawan, dan berbagai pihak yang bergotong royong menghimpun bantuan.

“Solidaritas alumni harus diwujudkan dalam kerja nyata,” katanya. Ia menilai kepedulian tersebut menunjukkan kontribusi alumni dalam aksi sosial dan kemanusiaan.

Khofifah meminta solidaritas terhadap korban bencana berlanjut hingga masyarakat memasuki fase pemulihan. Dukungan diperlukan untuk membantu masyarakat kembali membangun kehidupan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Ia juga meminta IKA UNAIR terus memantau perkembangan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak. Evaluasi distribusi diperlukan agar bantuan lanjutan sesuai kondisi nyata di lapangan.

Menurut Khofifah, distribusi berbasis kebutuhan akan meningkatkan efektivitas bantuan kemanusiaan. Pola tersebut juga memperkuat sinergi alumni, pemerintah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat setempat.

“Kita ingin sekitar 100 kardus bantuan ini benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya. “Semoga ikhtiar kecil ini menjadi penguat bagi saudara-saudara kita di NTT".

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....