Satgas Sungai Siap Gerakkan Warga Surabaya Tuntaskan Sampah dari Sumbernya
- 24 Agt 2026 10:10 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Upaya memulihkan Kali Tebu sebagai urat nadi ekologis Kota Surabaya kian masif. Melalui inisiatif Mission of Zero Plastic Leakage (MOZAIK) besutan ECOTON, sebanyak 94 ton sampah telah diangkat dari badan air dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2026. Namun, tumpukan puluhan ton sampah ini justru menjadi jawaban akan permasalahan yang ada di kali tebu. Jumlah sampah yang masif ini menjadi bukti nyata dari krisis pencemaran yang menuntut intervensi kritis, untuk segera dibentuk adanya tindakan pencegahan sistemik dari sumbernya.
Berdasarkan data operasional MOZAIK dari 73,3 ton sampah yang berhasil disortir melalui Material Recovery Facility di TPS 3R Kedungcowek secara mendetail, komposisi polutan menunjukkan fakta yang memprihatinkan. Sampah residu mendominasi secara absolut di angka 87,5%, disusul sampah daur ulang (6,7%) dan organik (5,8%). Lebih kritis lagi, 34,9% dari total residu (setara 22,3 ton) merupakan sampah popok sekali pakai dan pembalut.
Manager Program MOZAIK, Amirrudin Muttaqin mengatakan, Surabaya sedang menghadapi masifnya beban polutan residu di Kali Tebu. Karena itu, MOZAIK mengambil langkah strategis dengan membentuk Satgas Sungai Lestari. Kami memposisikan satgas ini sebagai ujung tombak penggerak masyarakat.Harapan terbesar kami, kehadiran satgas ini mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan yang mengakar kuat langsung dari kehidupan masyarakat itu sendiri.
"Tingginya beban polutan ini menegaskan bahwa kinerja tim evakuasi dan pemilahan di fasilitas MRF (Material Recovery Facility) akan semakin maksimal dengan adanya pengawasan ketat di tingkat tapak. Untuk memutus rantai polusi secara terstruktur, pembentukan Satgas Sungai Lestari menjadi langkah tepat, ujarnya saat di wawancarai RRI Surabaya, Senin 24 Agustus 2026.
Terkait hal tersebut, Kepala DLH Kota Surabaya, Muhammad Fikser, AP., mengapresiasi tingginya keterlibatan anak muda yang diprakarsai ECOTON, dan komitmen untuk segera menerbitkan SK resmi guna memperkuat posisi Satgas Sungai Lestari sebagai mitra pemerintah dalam mengedukasi warga serta memicu kembali perubahan perilaku.
"Dukungan pemerintah melalui penerbitan SK tersebut menjadi kebutuhan mutlak sebagai kerangka legal dan panduan operasional. Legalitas ini tidak hanya akan melindungi para relawan yang bertugas di lapangan, tetapi juga memberikan kewenangan penuh untuk bertindak, merespons, dan menindak tegas setiap pelanggaran lingkungan termasuk penerapan sanksi administratif dan denda yang mencapai bagi pelaku perusak sungai," ucapnya.
Dalam operasionalnya, Satgas Sungai Lestari diformulasikan untuk menjalankan lima peran utama yang terukur:
1.Mengawasi pembuangan sampah: Melakukan patroli dan pengawasan langsung untuk mencegah pembuangan limbah domestik maupun industri secara langsung ke kali tebu.
2.Membantu pembersihan sungai: Mendukung percepatan operasional evakuasi fisik sampah dari perairan secara gotong royong.
3.Meningkatkan edukasi pengelolaan sampah: Membina warga di kawasan bantaran agar memiliki kapasitas mengelola dan memilah limbah rumah tangga secara mandiri.
4.Memperkuat koordinasi dan mekanisme pelaporan: Menjadi instrumen filter awal di tingkat masyarakat (bottom-up) sebelum pelaporan masalah lingkungan diteruskan ke kanal resmi Pemerintah Kota Surabaya untuk penanganan yang efektif.
5.Menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat: Menciptakan perubahan perilaku sosial serta mewujudkan lingkungan yang lebih terjaga dan sehat melalui praktik pilah sampah dan guna ulang.
Musriyati, anggota satgas perwakilan Kelurahan Kapas Madya mengungkapkan jika kali Tebu sekarang kotor sekali. "Sebagai bagian dari satgas, saya siap turun dan berjuang membebaskan Kali Tebu dari sampah," kata Musriyati.
Sinergitas antara operasional harian tim evakuasi MOZAIK dan ketegasan pengawasan dari Satgas Sungai Lestari adalah prasyarat tak terelakkan. Kedaulatan lingkungan hidup di Surabaya harus diwujudkan dan dimulai dari pulihnya Kali Tebu. Melalui dukungan regulasi pemerintah yang konkret, pendampingan yang konsisten, dan keterlibatan aktif masyarakat, Kali Tebu diproyeksikan segera menjadi sungai percontohan sekaligus model tata kelola lingkungan berbasis kolaborasi yang berkelanjutan di Surabaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....