Bupati Sidoarjo Tegaskan Kolaborasi Organisasi Kunci Kemajuan Daerah
- 23 Agt 2026 19:10 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pembangunan, termasuk penguatan moral generasi muda di era digital.
Hal tersebut disampaikan Subandi saat menghadiri Pengajian Ahad Pahing bersama Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu 23 Agustus 2026. Acara ini mengusung tema "Membangun Benteng Akhlaq Anak di Tengah Tantangan Pergaulan Era Digital".
Subandi menekankan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk terus mendukung dan bersinergi dengan seluruh organisasi masyarakat tanpa membeda-bedakan. Sinergi ini juga diwujudkan melalui pembukaan akses fasilitas daerah, seperti pendopo kabupaten, sebagai ruang publik bersama.
"Kita selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan Aisyiyah. Setiap program dan kegiatan kita selalu bersinergi, tidak membedakan. Tugas Bupati adalah mengayomi semua organisasi," ujar Subandi.
Ia menambahkan bahwa peran organisasi seperti Muhammadiyah sangat strategis, terutama dalam mendukung sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
"Biarkan Kabupaten Sidoarjo ini maju. Kuncinya adalah kebersamaan. Kita tidak bisa berdiri sendiri tanpa bantuan panjenengan semua," tegas Subandi.
Dalam forum yang sama, Guru Besar Universitas Ahmad Dahlan, Prof. Dr. Hj. Casmini, S.Ag., M.Si., menyoroti beratnya tantangan pengasuhan anak seiring kemudahan akses informasi dan interaksi di dunia digital. Menurutnya, kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan benteng akhlak yang kokoh dari lingkungan keluarga.
Casmini merujuk pada tiga prinsip ajaran Islam dalam pembentukan karakter anak, yakni tanggung jawab menjaga keluarga (QS At-Tahrim: 6), penanaman tauhid sejak dini (QS Luqman: 13), dan harapan mencetak keturunan yang menjadi penyejuk hati atau qurrata a'yun (QS Al-Furqan: 74).
"Anak tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga membutuhkan akhlak. Orang tua harus menjadi bagian penting dalam membangun benteng anak ketika menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan maupun dunia digital," kata Casmini.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan keagamaan dan dakwah seperti tabligh harus memberikan dampak nyata melalui tiga prinsip utama, mencerdaskan, memberikan pencerahan, dan membahagiakan masyarakat.
"Mencerdaskan itu harus ada perubahan. Ini menjadi ciri Aisyiyah sebagai gerakan perempuan yang mengaji. Kedua, memberikan pencerahan. Ketiga, membahagiakan, sehingga kita selalu tersenyum," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....