Pemkot Surabaya Telusuri Alur Sampah dari 5.064 Usaha Horeka

  • 23 Agt 2026 19:12 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • Pemkot Surabaya akan menelusuri alur sampah dari 5.064 usaha Horeka melalui 38 vendor pengangkutan sampah.
  • Penelusuran dilakukan untuk memastikan sampah dari hotel, restoran, dan kafe dikelola sesuai ketentuan.
  • Pemkot akan memetakan asal sampah, vendor pengangkut, sarana prasarana, hingga residu yang berakhir di TPA

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya akan menelusuri alur pengelolaan sampah dari ribuan usaha hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Penelusuran dilakukan setelah Pemkot menertibkan aktivitas pengolahan sampah ilegal di kawasan Keputih, Surabaya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya M. Fikser mengatakan terdapat 5.064 usaha Horeka yang perlu dipetakan. Selain itu, Pemkot Surabaya akan menelusuri 38 vendor jasa pengangkutan sampah yang melayani usaha tersebut.

Menurut Fikser, penelusuran dilakukan untuk memastikan sampah dari sektor Horeka dikelola sesuai ketentuan. “Nanti kita harus bisa melacak sampah itu dari Horeka mana, dibuang melalui vendor mana,” tegas Fikser, Minggu, 23 Agustus 2026.

Pemkot juga akan memeriksa kesesuaian sarana dan prasarana pengangkutan sampah yang digunakan setiap vendor. Penelusuran tersebut mencakup perjalanan sampah hingga jumlah residu yang akhirnya dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Fikser mengatakan langkah tersebut penting untuk mengetahui alur sampah secara menyeluruh dan mencegah pembuangan ilegal.

“Berapa ton residu yang akhirnya dibuang ke TPA. Itu yang harus kita hitung,” ujarnya.

Langkah ini dilakukan setelah Pemkot Surabaya menemukan aktivitas pengolahan sampah tanpa izin di lahan sekitar 1,4 hektare di Keputih. Aktivitas tersebut menimbulkan keluhan warga karena bau dan berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan.

Pemkot Surabaya menegaskan seluruh usaha pengelolaan sampah harus memenuhi ketentuan, termasuk memiliki sarana pengangkutan dan pengolahan sesuai standar. Penelusuran terhadap usaha Horeka dan vendor pengangkutan diharapkan memastikan sampah Surabaya tidak berakhir di lokasi pembuangan ilegal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....