13 Manfaat Ampas Kopi yang Sayang untuk Dibuang

  • 22 Agt 2026 15:14 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya- Ampas kopi yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah ternyata masih dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Dilansir dari laman Haibunda.com, sisa bubuk kopi tersebut dapat digunakan mulai dari membantu merawat tanaman, mengurangi bau tidak sedap, hingga menjadi bahan pembersih alami.

Ampas kopi dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan untuk perawatan tanaman maupun campuran kompos. Kandungan bahan organiknya berpotensi membantu memperkaya tanah. Ampas kopi juga dapat dicampurkan dengan daun kering, potongan rumput, kulit telur, serta sisa buah dan sayuran untuk membuat kompos.

Selain itu, ampas kopi dapat digunakan untuk membantu mengurangi kehadiran serangga tertentu, seperti semut dan nyamuk. Bunda dapat menaburkan ampas kopi di area yang sering menjadi tempat berkumpulnya serangga. Namun, penggunaannya tetap bukan pengganti utama metode pengendalian hama.

Manfaat lainnya adalah membantu menetralisir bau tidak sedap. Ampas kopi dapat ditempatkan dalam mangkuk kecil di dalam kulkas atau dimasukkan ke dalam kaus kaki bersih yang diikat rapat. Cara tersebut dapat diterapkan pada laci, tas olahraga, kamar tidur, maupun area bawah jok mobil.

Tekstur ampas kopi yang kasar juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan penggosok untuk membersihkan wastafel, peralatan masak, hingga pemanggang. Namun, penggunaannya perlu dihindari pada permukaan berpori atau peralatan yang mudah tergores agar tidak meninggalkan noda maupun kerusakan.

Dalam perawatan tubuh, ampas kopi kerap digunakan sebagai bahan eksfoliasi untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Kandungan kafeinnya juga disebut berpotensi membantu menyamarkan tampilan selulit dan lingkaran hitam di bawah mata untuk sementara. Meski demikian, penggunaannya harus dilakukan secara lembut karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.

Ampas kopi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu menyamarkan goresan kecil pada furnitur kayu berwarna cokelat. Selain itu, dalam kegiatan memasak, ampas kopi dapat digunakan sebagai campuran bumbu atau marinasi karena kandungan asam dan enzim alaminya berpotensi membantu membuat daging lebih empuk. Ampas kopi juga terkadang digunakan dalam perawatan rambut dan kulit kepala.

Meski memiliki beragam manfaat, ampas kopi tidak disarankan untuk dikonsumsi secara rutin dalam jumlah banyak. Kopi mengandung cafestol dan kahweol yang sebagian besar dapat tersaring oleh filter kertas, tetapi masih dapat tertinggal dalam ampas. Kedua senyawa tersebut pernah dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol, sehingga jika digunakan sebagai bahan makanan sebaiknya dalam jumlah wajar dan tidak terlalu sering.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....