Rumah, Sekolah Pertama yang Tak Pernah Libur

  • 22 Agt 2026 10:32 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Rumah menjadi sekolah pertama bagi anak sebelum mengenal pendidikan formal. Proses belajar di dalam rumah berlangsung setiap hari melalui kebiasaan, sikap, dan komunikasi keluarga.

Ustazah Febia Mufidatul Lathifah A’la, dari PCNA Siman Ponorogo, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Sabtu 22 Agustus 2026, menjelaskan sekolah selama ini dipahami sebagai bangunan tempat anak belajar. Namun, ada sekolah yang tidak terlihat bangunannya dan memiliki kurikulum yang tidak pernah libur.

“Sekolah itu umumnya kita artikan sebagai tempat belajar bagi anak-anak. Tetapi ada sekolah yang tidak terlihat bentuk bangunannya, yaitu rumah,” ujarnya.

Menurutnya, sebelum mengenal buku tulis, gedung sekolah, dan lingkungan bermain, anak lebih dulu belajar di rumah. Mereka belajar dari kebiasaan orang tua, sikap anggota keluarga, serta cara keluarga berinteraksi.

Ustazah Febia menyebut terdapat tiga kurikulum penting dalam pendidikan keluarga. Ketiganya adalah kurikulum keteladanan, bahasa dan empati, serta atmosfer atau suasana rumah.

“Kurikulum pertama adalah keteladanan, yaitu apa yang anak lihat dan kemudian mereka contoh. Dalam Islam, keteladanan bukan sekadar kata-kata,” jelasnya.

Keteladanan tersebut memiliki landasan dalam QS Al-Ahzab ayat 21. Ayat tersebut menyebut Rasulullah SAW sebagai teladan yang baik bagi orang beriman.

Ustazah Febia mengatakan, keteladanan Rasulullah SAW dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan. Di antaranya dalam beribadah, bergaul dengan sesama, serta mendidik umat.

Kurikulum kedua adalah bahasa dan empati. Ia mengingatkan orang tua untuk membangun komunikasi yang baik melalui pembiasaan kata maaf, tolong, dan terima kasih.

“Anak perlu belajar berkomunikasi dengan baik dan memahami perasaan orang lain. Orang tua juga perlu memberikan ruang agar perasaan anak didengar,” katanya.

Pola komunikasi dalam keluarga juga dapat dilihat melalui kisah Luqman ketika menasihati anaknya. QS Luqman ayat 13 menggambarkan Luqman memberikan nasihat dengan panggilan penuh kedekatan, “Wahai anakku.”

Kurikulum ketiga adalah atmosfer rumah, yaitu apa yang dirasakan anak selama berada di lingkungan keluarganya. Menurut Febia, rumah perlu menjadi tempat anak merasa aman, diterima, belajar, dan bertumbuh.

“Rumah harus menjadi tempat anak merasa aman dan diterima. Dari rumah, anak belajar bertumbuh menjadi manusia yang tangguh ketika berada di luar,” ungkapnya.

Tanggung jawab orang tua dalam mendidik keluarga memiliki landasan dalam QS At-Tahrim ayat 6. Allah SWT memerintahkan orang beriman menjaga diri dan keluarganya dari api neraka.a

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....