MPLS Ramah Anak di Surabaya Hadirkan Simulasi Harta Karun hingga Senam Ceria

  • 13 Jul 2026 17:39 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan konsep Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak di berbagai sekolah. Beragam kegiatan edukatif dan menyenangkan disiapkan agar siswa baru merasa nyaman sejak hari pertama masuk sekolah.

Salah satu sekolah percontohan adalah SMPN 19 Surabaya. Pada hari pertama MPLS, Senin, 13 Juli 2026, suasana berlangsung hangat tanpa praktik senioritas maupun perpeloncoan.

Kepala SMPN 19 Surabaya, Sri Widowati, mengatakan MPLS tahun ini dirancang agar siswa baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah melalui kegiatan yang menyenangkan sekaligus mendidik. "Kegiatan kita banyak macamnya. Intinya kita menghadirkan materi 'Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat'. Anak-anak diajarin mandiri, tanggung jawab, keimanan, hingga cinta tanah air yang disesuaikan dengan profil lulusan," ujarnya.

Menurut Sri, OSIS hanya berperan sebagai pendamping siswa baru. Seluruh pelaksanaan kegiatan tetap menjadi tanggung jawab guru untuk memastikan MPLS berlangsung aman dan ramah anak.

Sebelum MPLS dimulai, sekolah juga menggelar sosialisasi parenting bagi orang tua. Kegiatan itu bertujuan menyamakan pemahaman mengenai aturan dan petunjuk teknis MPLS dari Kementerian Pendidikan.

"Bahkan, sesuai edaran Wali Kota, pada hari pertama ini siswa baru diantar langsung oleh ayah mereka," katanya.

Tahun ini, MPLS di SMPN 19 Surabaya diikuti siswa baru yang terbagi dalam 13 gugus. Setelah lima hari MPLS berakhir, sekolah akan melaksanakan tes pemetaan sebagai dasar pembentukan 11 rombongan belajar.

Konsep serupa juga diterapkan di SDN Klampis Ngasem I Surabaya. Sekolah tersebut mengemas MPLS dengan berbagai permainan untuk membantu siswa beradaptasi dari jenjang taman kanak-kanak ke sekolah dasar.

Kepala SDN Klampis Ngasem I Surabaya, Slamet Pujiono, mengatakan pihaknya berupaya menghilangkan anggapan bahwa sekolah dasar merupakan lingkungan yang menakutkan bagi anak-anak.

"Anak-anak TK sering menganggap SD itu terlalu serius dan bukunya besar-besar. Ketakutan itu yang kita netralisir. Kita tunjukkan bahwa SD juga punya banyak kegiatan menyenangkan yang tidak jauh beda dengan TK," ujarnya.

Sebanyak 112 siswa baru diajak mengenal lingkungan sekolah melalui simulasi "Tur Berburu Harta Karun". Permainan itu membuat siswa mengenal berbagai fasilitas sekolah dengan cara yang lebih menyenangkan.

"Kami buatkan rute yang berbeda-beda, tapi intinya sama, yaitu mencari harta karun. Tujuannya agar mereka senang dan mengenal sarana sekolah tanpa terasa melelahkan," katanya.

Selain itu, siswa juga diajak mengikuti kegiatan "Operasi Semut" sebagai bentuk pendidikan karakter dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Slamet berharap orang tua terus menjalin komunikasi dengan sekolah agar pendidikan anak berjalan selaras antara lingkungan sekolah dan keluarga. "Mendidik anak tidak bisa searah. Orang tua harus tahu program sekolah agar di rumah bisa memberikan dukungan dan motivasi yang selaras. Dengan begitu, potensi anak-anak bisa maksimal," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....