Bersama Jaga Talango, Kolaborasi Lintas Elemen dalam Gerakan Clean Up Revolution
- 18 Agt 2026 15:18 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Lebih dari 90 orang bergerak bersama dalam gerakan Clean Up Revolution di Desa Talango, Kabupaten Sumenep. Diinisiasi dan diselenggarakan oleh tim KKN Kolaboratif Desa Talango 2026, kegiatan ini mempertemukan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, aparat desa dan kecamatan, pelajar, komunitas, hingga kelompok KKN Kolaboratif dari desa lain.
Aksi tersebut menyasar tiga titik di Desa Talango, yakni kawasan Pelabuhan Talango, pesisir laut, serta area belakang Pasar Talango. Sejak kegiatan dimulai, para peserta turun langsung mengumpulkan dan membersihkan sampah yang ditemukan di masing-masing lokasi.
Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep yang ikut terjun langsung dalam aksi. Selain itu, perwakilan kelompok KKN Kolaboratif dari desa lain juga hadir memenuhi undangan KKN Kolaboratif Desa Talango 2026 untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut.
Keterlibatan lintas elemen menjadi bagian penting dari pelaksanaan Clean Up Revolution. KKN Kolaboratif Desa Talango 2026 tidak hanya mengajak masyarakat untuk bersama-sama membersihkan lingkungan, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai pihak untuk berkolaborasi dalam merespons persoalan sampah di wilayah Talango.
Masyarakat sekitar turut mengambil bagian secara langsung dalam aksi. Begitu pula aparat desa dan siswa-siswi MTs Sayyid Yusuf yang bersama-sama turun ke lapangan membersihkan lingkungan di titik yang telah ditentukan.
Dari proses pembersihan tersebut, peserta menemukan beragam jenis sampah, terutama sampah anorganik seperti plastik dan bungkus kemasan, popok, pembalut, pakaian, serta berbagai sampah lainnya. Di sejumlah lokasi, peserta juga menemukan abu yang merupakan sisa dari aktivitas pembakaran sampah.
Ketua Panitia, Izzul Islam, mengatakan bahwa hasil observasi yang dilakukan sebelumnya menunjukkan persoalan sampah di Talango membutuhkan langkah penanganan yang lebih konkret dan berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan Clean Up Revolution diharapkan tidak berhenti sebagai aksi bersih-bersih, tetapi menjadi jembatan menuju terbentuknya sistem pengelolaan sampah desa yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Pengawas Bidang Persampahan DLH Kabupaten Sumenep, Kamil. Ia menilai inisiatif mahasiswa KKN Kolaboratif Desa Talango 2026 menjadi langkah positif dalam mendorong kepedulian terhadap persoalan lingkungan di tengah masyarakat.
“Kami mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang berani mengambil langkah dalam upaya mengatasi problem sampah. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pemicu tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” ujar Kamil.
Sementara itu, Camat Talango melihat persoalan sampah di wilayahnya juga berkaitan dengan keterbatasan sarana dan sistem pengelolaan sampah. Menurutnya, salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah belum tersedianya bak penampungan dan armada pengangkut sampah yang dapat membawa sampah secara rutin menuju TPA Kabupaten.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah di Talango tidak cukup diselesaikan melalui aksi pembersihan semata. Diperlukan kolaborasi yang lebih luas, baik dalam membangun kesadaran masyarakat maupun menghadirkan sistem dan sarana pengelolaan sampah yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar aksi membersihkan sampah, Clean Up Revolution menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Kolaborasi yang terbangun memperlihatkan bahwa gerakan lingkungan dapat tumbuh ketika berbagai pihak mengambil peran sesuai kapasitasnya.
Aksi bersih-bersih tersebut memang berlangsung dalam satu hari. Namun, upaya menjaga kebersihan Talango membutuhkan keberlanjutan. Dari kolaborasi yang telah dimulai, diharapkan tumbuh kebiasaan dan gerakan bersama yang terus hidup di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....