LIVO SMAN 15 Surabaya, Paduan Suara yang Mendunia dan Sarat Prestasi
- 16 Agt 2026 22:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,SURABAYA - Program Ngobras Pro1 RRI Surabaya menghadirkan salah satu kelompok paduan suara kebanggaan SMA Negeri 15 Surabaya, LIVO (Libels Voice), Sabtu 15 Agustus 2026. Acara yang dipandu Joe Adi Yuanda tersebut berlangsung menarik dan interaktif dengan melibatkan pendengar melalui sambungan telepon on air dan WhatsApp. Hadir dalam kesempatan itu Coach Aziq bersama sejumlah personel LIVO, yakni Sese, Chila, dan Vio.
LIVO memiliki perjalanan panjang sejak dibentuk pada 2007. Awalnya, kelompok ini hanya diperuntukkan bagi kegiatan seremonial sekolah. Dalam perkembangannya, LIVO mulai mengikuti berbagai kompetisi. Coach Aziq menjadi pelatih sejak 2013 hingga sekarang. Selain melatih LIVO, Coach Aziq sehari-hari beraktivitas sebagai dosen/dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.
Perjalanan prestasi LIVO mulai menunjukkan perkembangan signifikan setelah 2013. Jika sebelumnya masih dalam tahap belajar dan belum masuk jajaran atas paduan suara di Surabaya, LIVO kemudian konsisten meraih posisi tiga besar. Pada 2015, LIVO mengikuti kompetisi di Praha dan Budapest, sementara pada 2017 berhasil meraih predikat Juara Umum atau Grand Champion dalam kompetisi di Italia. Hingga kini, LIVO telah beberapa kali melakukan perjalanan kompetisi ke luar negeri.
Coach Aziq menjelaskan, keikutsertaan dalam kompetisi internasional tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi juga mencari pengalaman dan tantangan baru. “Kami biasanya menghindari kompetisi di Asia supaya tidak bertemu dengan tim Indonesia. Kami ingin mencari tantangan dan pengalaman yang berbeda,” ungkap Coach Aziq
Bagi para anggota, bergabung dengan LIVO memberikan banyak pengalaman, mulai dari prestasi, sertifikat hingga kesempatan tampil di luar negeri. Sese yang bergabung sekitar tiga tahun lalu, Chila sejak kelas 10, dan Vio yang sudah mengenal paduan suara sejak sekolah dasar, mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam membagi waktu antara latihan dan pendidikan. Latihan biasanya dilakukan dari sore hingga menjelang Maghrib, kemudian mereka tetap dapat melanjutkan belajar atau mengikuti les.
LIVO juga memiliki karakter penampilan yang menjadi ciri khasnya. Kelompok ini umumnya membawakan lagu atau aransemen karya orang lain, namun kekuatan utama terletak pada interpretasi dan ekspresi emosional. “Kami bukan mengarang lagu sendiri, tetapi bagaimana lagu itu kami bawakan dengan interpretasi dan ekspresi sehingga penampilannya seperti sedang bercerita, bahkan terasa seperti teater,” jelas Coach Aziq. Para anggota juga diwajibkan mampu membaca partitur not balok untuk mendukung kualitas penampilan.
Interaksi dengan pendengar semakin membuat perbincangan malam itu hidup. Seorang pendengar dari Lembang, Bandung, Oma Yanti menanyakan jumlah anggota, proses audisi, rentang suara hingga kewajiban membaca not balok. Pendengar lainnya, Bu Titi Damiyanti dari Surabaya, turut berbagi pengalaman pernah membina paduan suara SD yang meraih Juara 1 tingkat internasional di Jakarta. Ia juga menanyakan kiprah LIVO yang telah tampil di berbagai negara, termasuk Taiwan, Jepang, Italia, Praha dan Budapest. Sementara pendengar lain menitipkan pesan agar para anggota LIVO tetap rendah hati meski telah meraih banyak prestasi.
Ke depan, LIVO berharap dapat terus mempertahankan prestasi sekaligus menembus kompetisi yang lebih tinggi. Siswa kelas 12 tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan, meskipun sebagian memilih fokus menghadapi ujian, sementara alumni juga masih dapat bergabung. “Harapan kami LIVO terus berprestasi, bisa meraih Grand Champion di kompetisi yang lebih tinggi dan suatu saat tampil di ajang paduan suara bergengsi dunia,” ujar para anggota LIVO. Dukungan sekolah, orang tua, guru, pelatih serta kemampuan para siswa mengatur waktu menjadi modal penting bagi LIVO untuk terus membawa nama SMAN 15 Surabaya ke tingkat nasional maupun internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....