USV Kamikaze PT PAL Indonesia Punya Kemampuan Multi-Mission

  • 15 Agt 2026 08:23 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze buatan PT PAL Indonesia memiliki kemampuan multi-mission. Selain misi serang, kapal tanpa awak ini mampu menjalankan Intelligence, Surveillance and Reconnaissance (ISR).

USV tersebut memiliki kecepatan hingga 55 knot dan dapat menghantam sasaran secara langsung. Kemampuan itu memperluas fungsi USV sebagai wahana permukaan tanpa awak untuk mendukung operasi maritim.

Sebelumnya, USV Kamikaze PT PAL Indonesia berhasil menjalankan misi serang dalam Latihan Gabungan TNI 2026. Latihan tersebut berlangsung di Dabo Singkep, Kepulauan Riau.

Dalam skenario swarm formation, USV tersebut berhasil menghantam sasaran dengan hulu ledak seberat 150 kilogram. Keberhasilan itu menunjukkan kemampuan teknologi nirawak yang dikembangkan industri pertahanan nasional.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan keberhasilan tersebut memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional. Menurutnya, teknologi tersebut dapat mendukung penguatan alat utama sistem senjata TNI Angkatan Laut.

“Keberhasilan USV ini bukan hanya menghasilkan sebuah platform. Ini juga membangun kemampuan teknologi di dalam negeri,” ujar Kaharuddin, Jumat, 14 Agustus 2026.

Menurut Kaharuddin, pengembangan teknologi mencakup kompetensi engineer, penguasaan sistem, integrasi, serta kemampuan pengujian. Seluruh aspek tersebut menjadi bagian penting menuju industri pertahanan yang semakin mandiri.

Ia menambahkan, teknologi nirawak membuka peluang pengembangan industri pertahanan berbasis teknologi atau technology-driven. Integrasi autonomous system, artificial intelligence, dan navigasi nirawak menjadi bagian pengembangan kemampuan tersebut.

“Autonomous, artificial intelligence, dan sensor fusion menjadi bagian penting masa depan teknologi maritim,” katanya. “Inovasi tidak berhenti pada satu produk, tetapi menjadi fondasi teknologi pertahanan berikutnya.”

Kaharuddin menegaskan, pengembangan USV juga berpotensi memperkuat ekosistem industri nasional. Penguasaan teknologi mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan rantai pasok nasional.

Rantai pasok tersebut meliputi elektronika, sensor, perangkat lunak, sistem komunikasi, manufaktur, serta integrasi sistem. Penguatan sektor tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional.

Dalam perkembangan teknologi pertahanan global, USV semakin berkembang dari platform eksperimental menjadi bagian konsep system of systems. Konsep tersebut memungkinkan wahana tanpa awak berkolaborasi dengan kapal berawak dan sistem pertahanan lainnya.

“Penguasaan teknologi USV tidak hanya memperkuat kemampuan operasional,” kata Kaharuddin. “Teknologi ini juga memperluas kapasitas industri nasional menghasilkan solusi maritim sesuai kebutuhan pertahanan Indonesia.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....