Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Laksanakan Empat Pedoman Presiden Prabowo
- 14 Agt 2026 21:01 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Pemprov Jatim menjalankan empat pedoman kepemimpinan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan. Hal itu disampaikan Khofifah usai bersama jajaran pimpinan dan anggota DPRD Jatim mengikuti pidato kenegaraan di Gedung DPRD Provinsi Jatim, Jumat 14 Agustus 2026.
Empat pedoman tersebut meliputi menjalankan amanat UUD 1945, melindungi kepentingan nasional yang vital, bekerja cepat mengatasi kesulitan rakyat, serta berorientasi pada kepentingan jangka panjang. Khofifah menilai keempatnya dapat menjadi acuan untuk membawa Jawa Timur semakin maju dengan mengutamakan kepentingan seluruh masyarakat.
“Kepemimpinan adalah tentang memegang teguh amanah yang telah diberikan rakyat dan mempertanggungjawabkannya kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Karena itu, setiap langkah pemerintah harus memiliki arah yang jelas dan berpijak pada kepentingan seluruh masyarakat,” jelasnya.
Pedoman kedua, menurut Khofifah, berkaitan dengan upaya menjaga dan melindungi kepentingan inti nasional, termasuk mewujudkan swasembada pangan. Ia menyebut Jawa Timur telah berada pada posisi kedaulatan pangan berkelanjutan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
“Ketika nasional tengah berupaya swasembada pangan, maka Jawa Timur telah ada di posisi kedaulatan pangan berkelanjutan. Ini bukti bahwa keseriusan dan kerja keras kita untuk melindungi kepentingan masyarakat secara umum,” katanya.
Jawa Timur turut mendukung capaian swasembada delapan komoditas pangan pada tahun ini, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Selain itu, Jatim tercatat sebagai salah satu produsen terbesar nasional untuk sejumlah komoditas pangan, termasuk beras, jagung, gula, daging ayam, telur, dan daging sapi.
“Orientasi pemerintah adalah perbaikan kualitas hidup masyarakat. Pemerintah pusat hadir, Pemprov hadir. Kepekaan-kepekaan itu yang sangat dibutuhkan untuk melihat dan menyelesaikan permasalahan masyarakat hingga di lini terbawah,” imbuhnya.
Pedoman ketiga diwujudkan Pemprov Jatim melalui respons cepat terhadap persoalan masyarakat, salah satunya penyelenggaraan pasar murah di berbagai daerah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Sementara pedoman keempat diarahkan pada kebijakan jangka panjang, termasuk mengoptimalkan bonus demografi dan menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita percaya bahwa pendidikan mampu mengangkat derajat sebuah keluarga. Oleh sebab itu, perbaikan sumber daya manusia telah menjadi fokus utama dalam kepemimpinan kami sejak periode pertama lalu. Kita tegaskan bahwa No One Left Behind, pendidikan harus inklusif yang merangkul seluruh masyarakat,” terangnya.
Khofifah optimistis penerapan empat pedoman tersebut dapat menjadi panduan bersama hingga tingkat paling bawah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat kemandirian bangsa. Ia juga meyakini pertumbuhan ekonomi dan investasi dapat mendorong penciptaan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....