Keluarga Jadi Ruang Perjuangan Isi Kemerdekaan
- 13 Agt 2026 08:27 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Mengisi kemerdekaan tidak selalu dilakukan melalui perjuangan di medan perang. Perjuangan dapat dimulai dari keluarga melalui pelaksanaan tanggung jawab dan ketaatan kepada Allah SWT.
Hal tersebut disampaikan Ustazah Rachma Ayuningtyas, Ketua Departemen Humas PW Salimah Jatim, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Surabaya, Kamis, 13 Agustus 2026. Rachma, yang akrab disapa Ustazah Yuyun, mengatakan masyarakat saat ini dapat menikmati kemerdekaan tanpa menghadapi penjajahan secara fisik.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan nikmat yang harus disyukuri dengan mengisi kemerdekaan melalui berbagai kebaikan. “Kemerdekaan ini harus kita syukuri dan kita isi, agar perjuangan para pahlawan tidak sia-sia,” ujarnya.
Menurut Ustazah Yuyun, bentuk perjuangan mengisi kemerdekaan dapat dimulai dari lingkungan paling kecil, yakni keluarga. Setiap anggota keluarga memiliki peran dan tanggung jawab yang dapat menjadi bagian dari perjuangan.
Ia mencontohkan seorang ayah yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Menurutnya, pekerjaan tersebut dapat menjadi ibadah apabila dilakukan dengan ikhlas untuk menjalankan tanggung jawab kepada keluarga.
Keutamaan menafkahi keluarga juga dijelaskan dalam hadis riwayat Bukhari. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa harta yang dibelanjakan seseorang untuk keluarganya dengan mengharap pahala dari Allah akan mendapatkan nilai sedekah.
Ketentuan mengenai nafkah juga terdapat dalam Surah At-Talaq ayat 7. Ayat tersebut memerintahkan orang yang memiliki kelapangan rezeki untuk memberikan nafkah sesuai kemampuannya.
Sementara itu, perjuangan seorang ibu dapat dilakukan melalui pendidikan dan pembinaan keluarga. Ustazah Yuyun menyebut, seorang ibu perlu mempelajari ajaran agama dan mengajarkannya kepada anak-anak serta anggota keluarga.
Pendidikan tersebut mencakup pemahaman mengenai kewajiban agama, pembentukan akhlak, serta pembiasaan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keluarga dapat menjadi tempat pertama dalam membentuk generasi yang memiliki karakter dan tanggung jawab.
Bagi anak, bentuk perjuangan dalam keluarga dapat diwujudkan melalui bakti kepada kedua orang tua. Sikap hormat, berbicara dengan santun, membantu orang tua, serta menjalankan kewajiban agama menjadi bagian dari bentuk bakti tersebut.
Perintah berbuat baik kepada orang tua terdapat dalam Surah Al-Isra ayat 23 dan 24. Allah SWT memerintahkan manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua dan tidak berkata kasar kepada keduanya.
Bakti kepada orang tua juga tetap dapat dilakukan setelah mereka meninggal dunia. Salah satunya dengan mendoakan mereka serta menjaga hubungan baik dengan keluarga dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan orang tua.
Ustazah Yuyun menegaskan, generasi saat ini tidak lagi menghadapi perjuangan kemerdekaan melalui peperangan secara fisik. Karena itu, perjuangan dapat diwujudkan melalui ketaatan kepada Allah dan menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita tidak lagi perang secara fisik, maka isilah kemerdekaan dengan ketaatan kepada Allah,” katanya.
Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk memperkuat keluarga. Perjuangan dari dalam keluarga diharapkan mampu melahirkan generasi yang berakhlak dan meneruskan semangat perjuangan para pahlawan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....