Damkar Surabaya Kerahkan Tim Bantu Padamkan Karhutla Bromo
- 12 Agt 2026 19:22 WIB
- Surabaya
Poin Utama
- Damkar Surabaya kerahkan lima personel dan dua armada membantu pemadaman karhutla di kawasan Bromo.
- Tim menghadapi medan berat dan menggunakan AFT Backpack serta mendukung pemadaman melalui operasi water bombing.
- Lima personel kembali ke Surabaya pada 11 Agustus setelah api berhasil dipadamkan bersama tim gabungan.
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemkot Surabaya mengerahkan lima personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DPKP membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo. Tim DPKP membawa fire truck berkapasitas 3.000 liter dan satu mobil ranger menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan, pengerahan dilakukan setelah menerima permintaan dukungan BPBD Jawa Timur. Permintaan tersebut diterima pada Sabtu, 8 Agustus 2026 malam, sebelum tim berangkat pada Minggu pagi.
“Kami diminta membantu penanganan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Setelah berkoordinasi, tim rescue dan pasukan rayon langsung berangkat, pada Minggu pagi,” kata Laksita, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Laksita, kebakaran di kawasan TN-BTS telah berlangsung sejak 3 Agustus 2026. Api dilaporkan meluas hingga kawasan utara B29 dan sekitar kaldera.
Tim Surabaya terdiri atas tiga personel rescue dan dua personel pasukan rayon. Mereka membawa kendaraan pemadam serta berbagai peralatan pendukung pemadaman.
“Fire truck yang kami bawa kapasitasnya 3.000 liter. Karena personelnya lima orang dan masih ada beberapa peralatan yang harus dibawa, kami juga menggunakan mobil ranger,” ujarnya.
Selama bertugas, tim membantu pemadaman di sejumlah titik, termasuk kawasan Pasar Berisik hingga mengarah ke Ranu Pane. Medan berat membuat sejumlah lokasi sulit dijangkau tim pemadam melalui jalur darat.
“Medannya memang cukup berat. Ada beberapa lokasi yang tidak bisa dijangkau langsung oleh tim pemadam sehingga dilakukan pemadaman melalui water bombing menggunakan helikopter,” jelasnya.
Personel DPKP Surabaya juga menggunakan AFT Backpack atau alat pemadam api portabel berbentuk ransel. Peralatan tersebut berkapasitas sekitar 10 liter dan memiliki tekanan tinggi.
“Kami membawa dua unit alat pemadam yang bisa dipanggul. Kapasitasnya sekitar 10 liter dan bertekanan tinggi,” katanya.
Penanganan karhutla melibatkan BPBD Jawa Timur, pemadam kebakaran sejumlah daerah, Manggala Agni, BPBD setempat, dan relawan. Tim gabungan melakukan pemadaman melalui jalur darat serta dukungan water bombing.
Laksita mengatakan, keterlibatan DPKP Surabaya merupakan bentuk respons pemerintah daerah dalam mendukung penanganan bencana. “Alhamdulillah, semua personel selamat dan sehat. Memang saat pertama datang, mobil sempat terperosok karena medan lautan pasir,” ujarnya.
Salah satu personel rescue DPKP Surabaya, Ilham, mengatakan tim gabungan memadamkan api di sejumlah titik meliputi Blok Tepelan, Watu Tulis, hingga Resort Ranu Pane. Lima personel DPKP Surabaya kembali ke Surabaya pada Selasa, 11 Agustus 2026. Seluruh personel dilaporkan sehat dan kembali menjalankan aktivitas.
“Alhamdulillah api sudah bisa dipadamkan bersama operasi gabungan dengan Manggala Agni, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD setempat, dan relawan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....