BMKG: Puncak Musim Kemarau 2026 Diprediksi Terjadi Agustus
- 11 Agt 2026 10:54 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Agustus 2026.
Berdasarkan pemutakhiran prediksi musim kemarau yang dirilis oleh BMKG melalui akun media sosial @infobmkg, puncak kemarau pada Agustus diperkirakan terjadi di 369 Zona Musim (ZOM) atau mencakup sekitar 48,84 persen wilayah daratan Indonesia.
BMKG menjelaskan, puncak musim kemarau tidak terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini disebabkan Indonesia memiliki 699 Zona Musim (ZOM) dengan karakteristik dan pola musim yang berbeda-beda.
Selain Agustus, sejumlah wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau pada Juli dan September. Pada Juli 2026, puncak kemarau diperkirakan terjadi di 83 ZOM atau 12,26 persen wilayah daratan Indonesia. Sementara pada September, terdapat 169 ZOM atau 25,41 persen wilayah yang diprediksi memasuki puncak kemarau.
Pada Agustus, wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau meliputi Sumatra bagian tengah, sebagian besar Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, sebagian besar Kalimantan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku dan Maluku Utara, serta sebagian besar Pulau Papua.
Sementara itu, wilayah yang mengalami puncak kemarau pada September antara lain Kepulauan Bangka Belitung, sebagian besar Sumatra Selatan, Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, Kalimantan bagian selatan, sebagian besar Sulawesi, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Pegunungan bagian tengah.
| Baca juga: Damkar Tak Hanya Padamkan Kebakaran |
BMKG menegaskan, istilah puncak musim kemarau tidak semata-mata menunjukkan periode dengan suhu udara paling tinggi. Indikator yang digunakan adalah curah hujan, yakni periode tiga dasarian atau sekitar 30–31 hari dengan curah hujan paling sedikit dalam satu musim kemarau.
Dengan demikian, meskipun suatu wilayah telah memasuki puncak kemarau, bukan berarti wilayah tersebut akan mengalami suhu ekstrem setiap hari.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim melalui kanal resmi. Prediksi musim dapat diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan perkembangan kondisi atmosfer dan iklim terbaru.
BMKG sebelumnya menyampaikan bahwa musim kemarau 2026 di Indonesia diprediksi cenderung lebih kering dan lebih panjang dibandingkan kondisi normal di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian, terutama berkaitan dengan ketersediaan air, sektor pertanian, kesehatan, energi, serta potensi kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diimbau menggunakan air secara bijak dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan maupun kebakaran lahan, khususnya di wilayah yang memasuki puncak musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....