Damkar Tak Hanya Padamkan Kebakaran

  • 20 Jun 2026 21:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya tidak hanya bertugas memadamkan kebakaran, tetapi juga menjalankan berbagai layanan penyelamatan bagi masyarakat. Peran tersebut kembali terlihat saat petugas melakukan penyiraman jalan di kawasan Kusuma Bangsa, Surabaya, Sabtu 20 Juni 2026 siang.

Satu unit mobil pemadam dari UPTD Surabaya II Jalan Kenjeran Nomor 120 tampak menyiram badan jalan sekitar pukul 12.00 WIB. Kegiatan itu dilakukan di tengah cuaca panas yang menyelimuti Kota Surabaya.

Menurut petugas yang berada di lokasi, penyiraman jalan dilakukan untuk membantu menurunkan suhu udara yang terasa cukup terik. “Penyiraman ini bertujuan untuk mengurangi suhu udara panas sehingga kondisi lingkungan menjadi lebih nyaman bagi masyarakat,” ujar petugas damkar saat ditemui di lokasi.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, kondisi cuaca Surabaya pada siang hari berada dalam kategori cerah hingga berawan. Suhu udara tercatat mencapai sekitar 33 derajat Celsius.

Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sejalan dengan kondisi musim kemarau yang mulai mendominasi sejumlah wilayah di Jawa Timur. Intensitas hujan yang rendah turut memengaruhi peningkatan suhu udara pada siang hari.

Selain melaksanakan tugas penanggulangan kebakaran, DPKP Surabaya juga memiliki rangkaian pelayanan yang lebih luas. Berdasarkan informasi pada laman resmi damkar.surabaya.go.id, terdapat dua layanan utama yang dijalankan, yakni layanan kebakaran dan layanan evakuasi.

Layanan kebakaran mencakup penanganan kebakaran bangunan, kendaraan, dan lahan. Sementara layanan evakuasi meliputi penyelamatan orang, kendaraan, serta hewan yang membutuhkan bantuan petugas.

Keberadaan layanan tersebut menunjukkan bahwa tugas damkar tidak hanya berfokus pada kondisi darurat akibat kebakaran. Petugas juga hadir untuk membantu masyarakat dalam berbagai situasi yang membutuhkan penanganan cepat dan profesional.

Sementara itu, pemantauan BMKG menunjukkan Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut di Jawa Timur umumnya berada pada kategori pendek hingga panjang. Bahkan, sebagian wilayah seperti Blitar, Bojonegoro, Jember, Kediri, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, dan Probolinggo telah memasuki kategori sangat panjang, yakni 31 hingga 60 hari tanpa hujan.

BMKG juga mencatat distribusi curah hujan Dasarian II Juni 2026 di Jawa Timur berada pada kategori rendah. Memasuki Dasarian III Juni 2026, curah hujan diprediksi tetap rendah dengan peluang lebih dari 90 persen, sehingga potensi cuaca panas pada siang hari masih perlu diwaspadai masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....