Sejumlah Siswa SD di Sidoarjo Dirawat, Diduga Keracunan Jajan Sekolah

  • 10 Agt 2026 22:50 WIB
  •  Surabaya

‎RRI.CO.ID, Sidoarjo – Enam siswa SDI Ar Rahmah, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, masih menjalani perawatan di RSU Assakinah Medika setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah. Kondisi keenam siswa tersebut kini berangsur membaik dan dinyatakan stabil oleh tim medis.

Humas RSU Assakinah Medika, Resti Dwi Anitasari, mengatakan keenam pasien masih menjalani observasi dan mendapat penanganan medis. Mereka diperkirakan dapat pulang pada Senin hari ini, jika hasil pemeriksaan dokter menunjukkan kondisi yang memungkinkan.

‎“Pasien masih dalam perawatan dan sudah membaik. Insyaallah sudah boleh pulang sambil menunggu visite dokter. Kondisi pasien sudah stabil dan membaik,” kata Resti dalam keterangan yang diterima, Senin 10 Agustus 2026.

‎Sebelumnya, sebanyak 23 siswa SDI Ar Rahmah dibawa ke RSU Assakinah Medika pada Jumat 7 Agustus 2026 setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan. Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik, sementara enam siswa masih menjalani rawat inap untuk observasi dan terapi lanjutan.

‎Para siswa yang terdampak merupakan siswa kelas III dan IV. Berdasarkan informasi awal, mereka mengalami keluhan setelah mengonsumsi jajanan frozen food yang dibeli di lingkungan sekolah, di antaranya odeng.

‎Keluhan yang dirasakan siswa beragam, mulai dari tubuh lemas, pusing, nyeri atau sakit perut hingga sesak napas. Setelah tiba di rumah sakit, seluruh siswa langsung menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi mereka dan menentukan penanganan yang diperlukan.

‎Sebagian pasien juga menjalani pemeriksaan lanjutan di ruang tindakan dan laboratorium. Dari pemeriksaan awal, para siswa mengalami gangguan pada sistem pencernaan. Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

‎Resti mengapresiasi respons cepat pihak sekolah yang membawa para siswa ke fasilitas kesehatan setelah muncul keluhan, keenam siswa masih dalam pemantauan tim medis dan diharapkan dapat kembali ke rumah setelah dinyatakan stabil melalui hasil visite dokter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....