Pemprov Jatim Imbau Warga Waspadai Modus Penipuan 'Fake BTS' di Tempat Keramaian

  • 09 Agt 2026 10:46 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo Jatim) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan siber berbasis pemancar sinyal palsu atau Fake BTS. Kejahatan ini kerap menyasar pengguna ponsel yang berada di pusat keramaian.

Edukasi yang dirilis dari akun media sosial @jatimpemprov tersebut menjelaskan, Fake BTS merupakan perangkat pemancar sinyal palsu berukuran relatif kecil, berbiaya murah, serta dapat dioperasikan secara mobile. Alat ini bekerja dengan menipu ponsel di sekitarnya agar terhubung ke jaringan buatan pelaku. Jaringan 2G menjadi sasaran utama operasi ini karena memiliki sistem keamanan yang paling usang.

Lantas bagaimana cara modus penipuan tersebut terjadi?

  1. Pemancaran Sinyal: Alat memancarkan sinyal kuat dalam radius 500 hingga 1.000 meter.
  2. Pengambilalihan Jaringan: Ponsel korban otomatis terhubung ke sinyal palsu, menjadikan pelaku sebagai perantara (mitm).
  3. SMS Masking: Pelaku mengirimkan SMS dengan identitas palsu yang mengatasnamakan pihak bank.
  4. Penyebaran Tautan Berbahaya: Pesan berisi peringatan darurat yang membuat korban panik hingga mengklik tautan (link) jebakan.
  5. Penyedotan Saldo: Begitu data pribadi dan kode OTP didapatkan, pelaku langsung menguras saldo rekening korban.

Penurunan kualitas sinyal di tempat ramai memang wajar terjadi akibat kelebihan kapasitas jaringan (overcapacity). Namun, situasi tersebut kerap dimanfaatkan pelaku untuk menyamarkan pergerakan alat Fake BTS.

Guna mengantisipasi bahaya tersebut, masyarakat diimbau untuk menerapkan langkah pencegahan berikut:

  1. Tidak mengklik tautan dari SMS instan, seketat apa pun nada ancaman atau peringatannya.
  2. Selalu merahasiakan kode OTP dan PIN perbankan kepada siapa pun.
  3. Segera melakukan verifikasi langsung ke call center resmi bank jika menerima notifikasi transaksi atau verifikasi yang mencurigakan.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan jeli saat mengalami gangguan sinyal mendadak yang disusul oleh pesan singkat mencurigakan dari lembaga keuangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....