Hutan Indonesia, Menara Air yang Jarang Disadari

  • 07 Agt 2026 10:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Setiap 7 Agustus, Indonesia memperingati Hari Hutan Indonesia. Momentum ini menjadi pengingat bahwa hutan tidak hanya berfungsi sebagai habitat satwa liar atau penyerap karbon. Lebih dari itu, hutan berperan sebagai "menara air" alami yang menjaga ketersediaan air bersih bagi kehidupan.

Hutan menyerap air hujan ke dalam tanah, menyimpannya, kemudian melepaskannya secara perlahan melalui mata air, sungai, dan aliran bawah tanah. Proses alami tersebut membantu menjaga pasokan air saat musim kemarau sekaligus mengurangi risiko banjir ketika curah hujan tinggi.

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) dalam laman resminya menjelaskan, pepohonan dan kawasan hutan memiliki peran penting dalam siklus hidrologi. Hutan membantu meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, mengurangi erosi, menjaga kualitas air, serta mendukung keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan.

"Hutan merupakan komponen penting dalam pengelolaan daerah aliran sungai dan berperan menjaga ketersediaan air tawar yang berkualitas," demikian keterangan FAO dalam laman resminya.

FAO juga menyebutkan, sekitar sepertiga kota-kota besar di dunia memperoleh sebagian besar pasokan air minumnya dari kawasan hutan. Fakta tersebut menunjukkan bahwa keberadaan hutan tidak hanya penting bagi satwa liar, tetapi juga menopang kebutuhan dasar manusia setiap hari.

Di Indonesia, fungsi tersebut memiliki arti strategis karena hutan hujan tropis menjadi penyangga berbagai daerah aliran sungai dan sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga, pertanian, hingga industri. Karena itu, menjaga tutupan hutan juga berarti menjaga keberlanjutan sumber daya air.

Dalam laman resminya, FAO juga mengingatkan bahwa hilangnya tutupan hutan dapat mengganggu siklus air, meningkatkan erosi, menurunkan kualitas air, serta memperbesar risiko banjir dan kekeringan.

"Hutan membutuhkan air, air membutuhkan hutan, dan kehidupan manusia bergantung pada keduanya," kata Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, dalam pernyataan yang dimuat di laman resmi FAO pada peringatan Hari Hutan Internasional dan Hari Air Sedunia.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa menjaga hutan bukan hanya tentang melestarikan pepohonan atau melindungi satwa liar. Hutan juga menjadi penyangga kehidupan yang menyediakan air bersih, menjaga keseimbangan alam, serta mendukung ketahanan lingkungan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....